Ilustrasi – 18 saksi tragedi Kanjuruhan dapat perlindungan. Foto: Muchammad Ubaidillah Muhtadee/GenPI.co Jatim

GenPI.co – 18 orang saksi mengharapkan perlindungan buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 135 orang.  

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2022).

“Sampai sekarang ada 18 orang yang dilindungi terdiri atas korban dan keluarga korban,” terang Hasto.

Perlindungan untuk korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tersebut bisa berupa pendampingan fisik atau prosedural.

BACA JUGA:  Soroti Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Amnesty International: Sadis!

Pendampingan prosedural tersebut diberikan untuk saksi saat dimintai keterangan Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Selain itu, perlindungan dilakukan untuk para saksi guna menjaga korban atau keluarga korban dari upaya-upaya intimidasi.

Perlindungan itu juga diberikan agar para saksi tidak mengalami tekanan dalam proses hukum yang saat ini berjalan.

BACA JUGA:  Ketum PSSI Iwan Bule Diperiksa Kembali Buntut Tragedi Kanjuruhan

Sebagai informasi, LPSK memberikan perlindungan melekat kepada salah satu keluarga korban, yakni Devi Athok.

Devi Athok merupakan ayah dari dua orang korban meninggal dunia berinisial NBR (16) dan NDA (13) yang diautopsi pada Sabtu (5/11/2022).

Sebelumnya, Devi Athok sempat membatalkan tindakan autopsi kepada kedua anaknya. Saat itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menyatakan pihak keluarga korban tidak menyetujui proses autopsi.

Seperti beritakan, pada Sabtu (1/10/2022), terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

BACA JUGA:  7 Pelanggaran HAM dalam Tragedi Kanjuruhan Dibongkar, Komnas HAM Tegas

Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Akibat kejadian itu, sebanyak 135 orang dilaporkan meninggal dunia akibat patah tulang, trauma di kepala, leher, dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.