Bus Transjakarta. Selama 19 tahun beroperasi, Transjakarta perlu melakukan transformasi di semua lini. (Dok Transjakarta)

Sejak 19 tahun yang lalu, tepatnya 15 Januari 2004 mulai dioperasikan Transjakarta dengan jalur Blok M – Kota sepanjang 12,9 km. Transjakarta dirintis dan diresmikan pada zaman kepemimpinan Gubernur Sutiyoso, kemudian dikembangkan oleh gubernur-gubernur selanjutnya.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan keberadaan Transjakarta telah mensejajarkan pelayanan transportasi umum Jakarta dengan berbagai kota di dunia. Daerah tidak perlu lagi belajar penataan transportasi umum ke luar negeri, cukup belajar dengan Transjakarta untuk mengelola transportasi umum di daerah.

“Masalah kemampuan fiskal daerah selalu menjadi sandungan kepala daerah belum mau membenahi transportasi umum dengan skema pembelian layanan. Akan tetapi nyatanya sudah ada 6 kota dan 4 provinsi sudah mau menyelenggarakannya. Belum lagi ada beberapa kabupaten memberikan subsidi angkutan umum yang sudah beroperasi,” kata Djoko kepada SWA Online, Senin (16/1/2023).

Menurut Djoko, kunci utama penyediaan dan pengembangan transportasi umum terletak pada komitmen politik (political will) kepala daerah untuk mengalokasikan APBD membenahi transportasi umum di daerah masing-masing. Sikap Kepala Daerah di Jakarta memperhatikan keberadaan transportasi umum sudah memberikan pelajaran berarti bagi kepala daerah yang lain.

“Setiap kampanye pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta, transportasi umum sudah menjadi bahan atau materi kampanye. Ini karena transportasi umum sudah menjadi isu penting di masyarakat Jakarta,” kata Djoko menjelaskan. 

Di usia ke-19 tahun ini, Djoko berpendapat Transjakarta sangat memerlukan transformasi, mulai dari transformasi dalam hal pola pikir, transformasi sumber daya manusia, hingga transformasi pelayanan dan operasional, termasuk juga di dalamnya transformasi digital. Harapannya, supaya bisa melakukan transformasi di sektor transportasi BRT maupun non-BRT Transjakarta.

“Di tengah upaya mencari dan mengembangkan bisnis tambahan pendapatan (non fare box) selain pendapatan dari tarif penumpang, Transjakarta harus terus fokus untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan. Jalur busway harus steril dari kendaraan lain dalam upaya untuk menjamin kelancaran dan memastikan waktu tempuh lebih cepat ketimbang menggunakan kendaraan pribadi,” ucap Djoko.

Diketahui hingga saat ini sudah beroperasi 13 jalur busway dengan skema pembelian layanan (buy the service). Transjakarta merupakan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan. Saat ini telah beroperasi 13 koridor busway dengan jalur lintasan terpanjang di dunia, yakni 251,2 km. awalnya beroperasi mulai pukul 05.00 hingga pukul 22.00, sekarang dapat beroperasi 24 jam (mulai 1 Juni 2014).

Tarif yang dikenakan masih tetap Rp 3.500 sejak awal beroperasi hingga sekarang dibusia 19 tahun (15 Januari 2023). “Bisa jadi, Transjakarta, satu-satunya transportasi umum di dunia yang terlama tidak menaikkan tarifnya,” kata Djoko.

Halaman Selanjutnya

Sejak kemunculannya, Transjakarta dan transportasi…


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.