Ilustrasi masalah rumah tangga besar yang bisa berujung pada perceraian. Foto: envato elements

GenPI.co – Psikolog Klinis, Saskhya Aulia Prima mengatakan tekanan ekonomi membuat banyak pasangan suami istri mengalami rasa cemas akan masa depan. Bahkan sebagian menganggap pasangan tidak membantu mengurus anak. 

“Pasangan dianggap berada di zona merah jika sudah muncul perasaan kesepian, keinginan untuk berpisah, bahkan terjadi tindakan kekerasan,” ujat Saskhya dalam keterangannya belum lama ini.

Menurutnya berdasarkan riset kolaborasi Universitas Stony Brook, Towson, dan Northwestern di tahun 2017, kondisi ini dapat dihadapi dengan ‘Romantic Competence’ atau ‘Kompetensi Hubungan’.

BACA JUGA:  3 Fakta Terbaru Perceraian Wendy Walters dan Reza Arap

Ia memaparkan untuk menjaga kualitas hubungan agar tetap harmonis, setidaknya ada sebuah jurus yang bisa dilakukan yakni LOVE (Listen, Occasionally do new things, Validate, dan Expectless).

1. Listen

Mendengarkan pasangan dan berikan batasan pribadi bagi pasangan. Kita seringkali tidak benar-benar mendengar pasangan kita dan cenderung melakukan hal lain seperti melamun, menghakimi, atau bahkan melawan pasangan.

BACA JUGA:  5 Cara Kendalikan Gangguan Depresi Setelah Perceraian

Hal inilah yang disebut Blocks to Listen atau Halangan Mendengar.

Dengan demikian melalui assessment test bisa diketahui tipe listening blocking kita begitu juga dengan pasangan, apakah kita sudah berada di posisi mind-reading, rehearsing, atau ternyata masih berada di posisi judging.

BACA JUGA:  Nasihat Pernikahan yang Terdengar Konyol, Tetapi Ampuh Bukan Main!

Hasil dari tes ini akan membantu pasangan menemukan titik permasalahan dan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi mereka.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.