Jakarta: Sering enggak sih merasa uang gajian hanya numpang lewat alias cepat habis. Saat uang gajian masuk ke rekening di awal bulan kita happy, tetapi satu minggu kemudian tiba-tiba saldo menipis.
 
Pertanyaan demi pertanyaan pun muncul, kok duit gajian cepat habis ya? Padahal gaji juga mengalami kenaikan.
 
Melansir laman Bibit.id, ada lima penyebab yang bikin uang gajianmu cepat habis:

1. Perubahan gaya hidup (lifestyle) yang lebih tinggi

Karena penghasilan naik, banyak orang merasa ingin mengubah gaya hidup menjadi lebih baik dan lebih tinggi. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal ini, asalkan perubahan gaya hidup tidak membuat pengeluaran jadi boros.
 
Misalnya, jadi sering impulsif (impulsive buying) beli barang branded buat naikin gaya hidup, padahal mungkin kamu belum terlalu membutuhkannya. 
 

2. Self Reward yang berlebihan

Hampir sama dengan poin kenaikan lifestyle. Memang tak ada salahnya juga dengan self reward, selama tidak dilakukan secara impulsif alias membeli sesuatu tanpa pikir panjang. 

3. Pengeluaran lebih besar

Dibandingkan kenaikan penghasilan pengeluaran kamu malah justru lebih tinggi. Jadi perlu diperhatikan juga dari segi pengeluaran ya! Usahakan agar pengeluaran kamu tidak melebihi dari kenaikan gaji.

4. Tidak punya tujuan keuangan

Karena tidak punya tujuan keuangan yang jelas dan ingin dicapai, banyak orang akhirnya cenderung menggunakan uang sesuka hati tanpa pikir panjang. Akibatnya, malah menjadi boros dan tidak menabung.
 

Lalu bagaimana mengatur uang gajian agar tidak lewat begitu saja? Terlebih, tahun ini pemerintah telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi sekitar 2,6 persen hingga 9,15 persen.
 
Pertama, yang kamu lakukan adalah lebih banyak menabung. Alokasi tabungan saat gaji kita mengalami peningkatan harus lebih besar dari sebelumnya.
 
Selain itu, melakukan budgeting dari sisi pengeluaran juga penting agar kita tidak boros.
 
Kedua, tak ada salahnya untuk belajar berinvestasi. Menaruh dana di instrumen investasi memiliki potensi keuntungan sehingga uangmu juga akan tumbuh.
 
Ada beberapa instrumen yang bisa kamu pilih seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Reksa Dana Obligasi (RDO), dan Reksa Dana Saham (RDS). Semua bisa disesuaikan dengan profil risiko dan juga jangka waktu tujuan keuanganmu.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
 

(ANN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.