SURYA.CO.ID|SURABAYA – Mulai 2023, Pemkot Surabaya menyediakan kuota 3.500 beasiswa mahasiswa khusus warga Surabaya.

Selain dibebaskan biaya kuliah, mahasiswa yang lolos sebagai penerima beasiswa ini juga berhak atas uang saku bulanan.

Jumlah kuota beasiswa tersebut meningkat dibanding 2022.

“Setiap tahun, Pemkot Surabaya menyediakan kuota beasiswa mahasiswa ini. Tahun 2022 kami usulkan naik 1.400 sehingga menjadi 3.500 mahasiswa,” kata Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah, Minggu (6/11/2022).

Setiap tahun, Pemkot Surabaya mencari mahasiswa berprestasi khusus dari warga kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). SPP atau uang kuliah tunggal (UKT) penerima beasiswa akan dibayari Pemkot Surabaya. Selain juga berhak atas uang saku dan uang lain. 

Khusnul memastikan saat ini sudah finaliasi pembahasan untuk memberikan kuota beasiswa itu melalui dukungan anggaran dalam pembahasan APBD 2023.

Beasiswa itu masuk dalam program Dinas Kebudayaan Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar).

Dinas ini akan mendapat kucuran anggaran pada 2023 mencapai ratusan miliar. Ada sejumlah program prioritas yang akan dijalankan OPD, di dalamnya adalah beasiswa. Khusnul menyebut Disbubporapar tahun depan akan mendapat anggaran Rp 232,6 miliar.

“Komisi D mengusulkan ada penambahan pemberian beasiswa mahasiswa yang semula 2.034 menjadi 3.500 mahasiswa. Atau naik 1.466 kuota,” ujar Khusnul.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini mengatakan, Pemkot Surabaya berkomitmen ingin meningkatkan SDM generasi penerus, khususnya dari kalangan MBR.

Mereka yang tidak memiliki biaya untuk kuliah, namun ingin terus melanjutkan pendidikan lebih tinggi bisa memanfaatkan program beasiswa bagi mahasiswa ini.

“Harapan kami, nanti akan semakin banyak anak-anak Surabaya dari kalangan MBR yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Salah satu untuk memperbaiki kehidupan yang lebih baik adalah lewat pendidikan,” ujar Khusnul.

Selain untuk beasiswa mahasiswa, anggaran Disbudporapar itu juga termasuk untuk reward atlet yang telah bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim beberapa waktu lalu, yang mendapatkan medali hingga membuat Surabaya sebagai juara umum.

“Komitmen pemberian reward untuk atlet yang berlaga di porprov juga sudah disiapkan sejak awal, sehingga nantinya reward diterimakan tepat waktu tanpa menunggu PAK. Ini adalah bentuk apresiasi kepada para atlet,” jelas politisi perempuan PDIP ini.

Kemudian, pada 2023 nanti juga akan ada penambahan anggaran pada pos kegiatan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan. Jumlahnya sebesar Rp 10,023 miliar 

“Kegiatan ini untuk memperkuat budaya bersih desa atau sedekah bumi yang rutin dilaksanakan warga. Kegiatan sedekah bumi tidak sekedar ritual kebudayaan, namun juga bisa di maknai sebagai bentuk gotong royong dalam menjaga lingkungan,” tutur Khusnul. (Faiq) 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.