SURYA.CO.ID, PASURUAN – Mantan pemain Persekabpas Pasuruan era Divisi Utama, Francisco Panco dan rekan Oscar Aravena main bola bersama dengan kawannya eks patriot Persekabpas di lapangan Sumurwaru, N Jumat (13/1/2023) sore.

Ini adalah acara temu kangen para punggawa Persekabpas yang pernah berjaya dalam dunia persepakbolaan Indonesia. Saat itu, Persekabpas menjadi salah satu kesebalasan yang paling kuat di kasta Divisi Utama.

Ada tiga tim yang berlaga dalam Trofeo Match Mega Bintang. Diantaranya adalah Putra Jaya, Assyabab All Star dan Askab PSSI. Eks mantan pemain asing Persekabpas itu memperkuat tim Putra Jaya.

Sedangkan pemain – pemain Persekabpas lainnya memperkuat Assyabab All Star dan Askab PSSI. Ribuan orang memadati lapangan Sumurwaru untuk menyaksikan laga persahabatan yang bertabur bintang ini.

Panco dan Oscar adalah delegasi Negara Chili, untuk mengecek persiapan piala dunia U-19 di Indonesia. Saat sedang di Surabaya, keduanya berniat ke Pasuruan untuk silaturahmi dengan para rekan – rekannya kala itu.

Keduanya sama-sama mencetak gol dalam laga ini. Gol pertama di menit ke 10, panco membobol kan gawang pertahanan tim kesebelasan Assyabab Bangil, dan Oscar mencetak gol di menit 25, saat terjadi tendangan bebas.

Menariknya, meski keduanya sudah berumur 40 tahun tapi stamina mereka tidak kalah dengan pemain yang berusia 30 tahun kebawah. Sekalipun bertajuk persahabatan tapi menjadi tontotan yang sangat menghibur.

Udik Djanuantoro, pimpinan klub Putrajaya menyatakan kehadiran kedua pemain tersebut merupakan ajang temu kangen. Mereka ingin mengunjungi tempat yang pernah menjadi pelabuhannya dalam karir sepakbola

” Kedatangan Panco dan Oscar kesini ini selain silaturahmi, juga temu kangen bersama para pemain Persekabpas dulu. Ini semacam fun football, karena niatanya hanya mencari gembira dan silaturahmi sana,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa keduanya datang kesini dalam rangka survei lokasi, dan kondisi untuk persiapan piala dunia. Kebetulan Chili negara asal mereka juga masuk verivikasi pertandingan mendatang.

Panco mengungkapkan, dirinya rindu kenangan mas- lalu saat bermain di Persekabpas. Karena saat itu ia berjuang keras lewat sepakbola untuk biaya pengobatan ibunya yang mengalami sakit akibat serangan kanker.

Oleh karenanya dia menceritakan saat dia melakukan gol bunuh diri, kemudian dia juga bertanggung jawab mencetak gol ke gawang lawan, semata-mata menjaga nama baik dan perjuangan untuk ibunya.

” Iya pada waktu itu mama sakit kena kanker, sehingga saya harus semangat bermain untuk bisa berjuang demi mama. Dan dari Persekabpas saya bisa membantu keluarga saya,” papar dia.

Usai pertandingan selesai, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak mendatangi dua pemain asing untuk bisa berswafoto bersama. Suporter bahagia usai melihat pertandingan ini.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.