Jakarta: Seks telah lama dikaitkan dengan umur yang lebih panjang dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dalam penelitian sejak tahun 1970-an. Penelitian baru, dari tim Mason, menunjukkan bahwa itu mungkin memiliki manfaat emosional juga. Berhubungan seks tampaknya memperkuat ikatan hubungan dan menambah kebahagiaan dan makna hidup.

Namun, sebuah survei yang berbasis di AS menemukan bahwa antara tahun 2000 dan 2018, 1 dari 3 pria berusia antara 18 dan 24 tahun mengalami peningkatan tingkat ketidakaktifan seksual.

Beberapa pria akan berpaling dari seks daripada berhubungan seks yang tidak memuaskan mereka. Kurangnya kepuasan dapat dikaitkan dengan hal-hal spesifik yang dilakukan pasangannya saat berhubungan seks atau bagaimana dia merasakan tubuh pasangannya.

 

Lalu, apakah berhentinya aktivitas seks terhadap pria bisa memengaruhi kesehatannya?

Beristirahat dari seks selama beberapa hari atau minggu bukanlah masalah besar. Namun ketika angka itu bertambah menjadi beberapa bulan, satu tahun, dan seterusnya — mungkin bisa berpengaruh.

Sebenarnya, mungkin kamu merasa perlu menjauhi seks karena berbagai alasan, seperti aseksual, usia yang menua, atau memiliki trauma dengan masa lalu. 



(Beragam manfaat hubungan intim yaitu salah satunya memperkuat imunitas tubuh, membakar kalori tubuh, dan menjaga kesehatan jantung. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Meskipun pada awalnya tidak berhubungan seks dalam jangka waktu lama akan membuat kamu khawatir dan sakit hati, faktanya, setiap fenomena yang tercantum di atas tidak ada hubungannya dengan kesehatan. 

Tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesejahteraan kamu. Jadi meskipun tidak berhubungan seks mungkin bukan yang terbaik secara emosional, namun secara fisik seharusnya baik-baik saja.

Namun, sebaiknya kamu melakukan hubungan seks dengan pasangan secara rutin agar kesehatan emosional tetap terjaga. Karena pada dasarnya berhubungan seksual memberikanmu banyak manfaat, di antaranya:

– Aktivitas seks dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

– Aktivitas seksual termasuk aktivitas fisik

– Ini adalah bentuk manajemen stres

– Meningkatkan keharmonisan bersama pasangan, kesehatan dan memperpanjang umur panjangmu

Dalam tinjauan dr. Rizal Fadli via Halodoc dinukil dari berbagai sumber disebutkan:

– Seorang pria yang jarang melakukan hubungan intim akan lebih berisiko mengidap kanker prostat

– Jika aktivitas seks lama dihentikan, tubuh bisa saja tidak peka lagi terhadap hormon endorfin. Endorfin yang membuat seseorang menginginkan kegiatan seksual

Nandhita Nur Fadjriah
(TIN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.