Putra Pratama, Social Media Marketing Specialist – Corporate Communication Astragraphia.

Pandemi Covid-19 mendorong PT Astragraphia Tbk. mengubah kegiatan pemasaran, dari yang bersifat konvensional ke digital marketing untuk mendapatkan potential customer. Meski demikian, anak usaha Grup Astra yang berfokus pada ruang lingkup bisnis printinganddigital services untuk segmen B2B ini sebelumnya telah menganalisis situasi internal untuk mengetahui tantangan yang dihadapinya.

“Perusahaan memiliki aset teknologi digital, tetapi aset yang dimiliki belum dapat menunjang jalannya aktivasi digital marketing dan optimalisasi telemarketing,” kata Putra Pratama, Social Media Marketing Specialist – Corporate Communication Astragraphia.

Tantangan tersebut, dia menjelaskan, antara lain tidak adanya person in charge (PIC) yang dedicated untuk menangani permintaan yang masuk melalui kanal digital, dari segi metode database digital marketing belum optimal berjalan karena tidak terlacak dengan baik. Kemudian, customer journey pada website juga belum memudahkan potential customer, serta belum adanya campaign digital marketing yang dijalankan untuk mendapatkan database.

Maka, sejak 2020, menurut Putra, Astragraphia melakukan perencanaan perbaikan dengan meningkatkan pencapaian pendapatan melalui digital marketing dan telemarketing. Tujuannya, mendapatkan pelanggan baru melalui kampanye digital marketing dan mengoptimalisasi telemarketing untuk mem-follow updatabase.

Langkah yang diambil, antara lain, menentukan PIC yang dedicated di telemarketing, melakukan perbaikan dari sisi back end, memperluas jangkauan website dengan memperbaiki setting DNS, menambah landing page, dan menjalankan digital marketing campaign melalui Google dan Facebook Ads.

Dengan adanya PIC telemarketing, Putra mengungkapkan, database potential customer dapat terkelola dengan baik secara real time, sehingga optimalisasi mendapatkan new customer dan revenue dapat tercapai. Kemudian, aktifnya landing page membuat database ter-record secara baik pada sistem, sehingga bisa langsung di-follow up oleh telemarketing.

Tersedianya landing page “talk to product expert” juga memudahkan potential customer mengisi data demi mendapatkan layanan konsultasi seputar produk Astragraphia Document Solution sesuai dengan kebutuhan. Dan terakhir, potential customer sudah dapat terpapar iklan yang dijalankan pada Google dan Facebook dari berbagai wilayah, sehingga traffic ke website dan potensi mendapatkan leads lebih besar.

Putra menyampaikan, dalam kurun Mei 2020 – Mei 2022, hasil perbaikan dari transformasi digital yang dijalankan Astragraphia antara lain peningkatan database hingga 1.789 database, yang kemudian dapat dikonversi ke dalam 49 transaksi dengan additional revenue yang dihasilkan dari optimalisasi digital marketing sebesar Rp 3,4 miliar.

“Dari sini kami bisa melihat bahwa peran digital marketing yang dijalankan perusahaan dapat turut andil membantu sales kami mendapat potential leads hingga closing deals,kata Putra. Dan, dampaknya secara jangka panjang bagi Astragraphia, tercipta standardisasi baru yang dijalankan di internal perusahaan. (*)

Jeihan Kahfi Barlian

www.swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.