dibukanya kantor cabang di wilayah Lampung, Semarang dan Sidoarjo menjadi pertanda bahwa Bank DKI terus meningkatkan eksistensinya di luar wilayah Jabodetabek (Foto: Ist)

Tahun 2023 ini Bank DKI mengawali aksi korporasinya dengan memperluas jangkauan dan meningkatkan layanan di luar Jabodetabek, Tepatnya, Bank Pembangunan Daerah ini  membuka 5 kantor cabang secara bersamaan di 3 kota.

Pembukaan kantor cabang tersebut terdiri atas 2 kantor cabang konvensional dan 3 kantor cabang syariah pada beberapa wilayah, di antaranya Lampung, Semarang  (Jawa Tengah) dan Sidoarjo (Jawa Timur).

Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy menyampaikan, dengan dibukanya kantor cabang di wilayah Lampung, Semarang dan Sidoarjo menjadi pertanda bahwa Bank DKI terus meningkatkan eksistensinya di luar wilayah Jabodetabek di mana sebelumnya juga telah beroperasi di wilayah Bandung, Gresik dan Solo.

”Bank DKI hadir untuk melayani masyarakat sekitar dan diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah melalui berbagai layanan yang cepat dan inovatif. Bank DKI juga siap untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan dengan berbagai pihak dalam rangka percepatan pertumbuhan perekonomian daerah”, jelas Fidri.

Saat ini Bank DKI telah menerapkan program DBLM (Dual Banking Leverage Model), sehingga masyarakat yang menghendaki pilihan produk dan layanan Syariah, seperti pembukaan rekening tabungan, giro, deposito bahkan pembiayaan mulai KUR, pembiayaan investasi, modal kerja, ritel dan mikro maupun Konsumer iB dapat dilakukan di seluruh Kantor Cabang Bank DKI.

Lebih lanjut, Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi mengatakan bahwa kehadiran Bank DKI pada beberapa wilayah ini diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan dan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di daerah setempat. “Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank DKI juga menjalankan perannya sebagai fasilitator serta motor pertumbuhan ekonomi rakyat untuk mewujudkan penyetaraan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat, sehingga kami harap dapat terjadi sinergi dan kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi para pelaku ekonomi pada masing-masing wilayah,” jelas Arie.

Di sisi lain, dalam rangka optimalisasi layanan secara efisien dan perwujudan transformasi digital yang saat ini sedang dilakukan, Bank DKI melanjutkan  pengembangan layanan perbankan digital dengan menghadirkan inovasi digital berupa simple apps yakni JakOne Pay dan super apps yakni New JakOne Mobile.

New JakOne Mobile mendukung teknologi microservices, sehingga meningkatkan performanya dengan menghadirkan tampilan yang lebih menarik dan user friendly serta fitur yang semakin lengkap seperti membuka rekening dan deposito secara online tanpa harus datang ke kantor cabang, transaksi QRIS, pembayaran bermacam tagihan dan belanja online, top up uang elektronik, bersedekah dan berdonasi, serta layanan mobile cash tarik tunai tanpa kartu di ATM Bank DKI maupun ATM Bank lain yang telah bekerja sama, seperti ATM BCA, ATM BNI dan Bank CIMB Niaga berlogo Prima.

Selain itu dalam rangka mendorong digitalisasi UMKM, Bank DKI  berinovasi melalui pengembangan JakOne Abank. Lewat aplikasi ini, para pelaku UMKM mendapat layanan beragam transaksi finansial tanpa harus ke Bank, seperti tarik tunai, pembayaran listrik, pembelian pulsa, pembayaran pajak. Bank DKI juga sedang melakukan pengembangan Digital Lending yang diharapkan dapat memaksimalkan penerapan inklusi keuangan di Indonesia.

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.