Jakarta:  Binus University menjadi perguruan tinggi pertama yang hadir di metaverse.  Langkah ini dilakukan Binus melihat fenomena metaverse yang kini kian ramai di berbagai sektor, sehingga sumber daya manusia pun dituntut memiliki keterampilan dan keahlian untuk dapat berinovasi di era Metaverse.
 
Lantas, bagaimana para generasi  muda dapat mengasah keahliannya untuk mampu beradaptasi dan berinovasi di era ini?  Binus University dengan visi untuk menjadi perguruan tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan, terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse.
 
“Tujuannya untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul,” kata Wakil Rektor Global Employability and Entrepreneurship, Prof. Meyliana di Jakarta, Senin, 21 November 2022.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Meyliana, tren pendidikan dengan metaverse semakin tinggi di Indonesia.  Konkretnya dalam dunia pendidikan, metaverse dapat diartikan sebagai pembelajaran dengan konsep fun dan interactive learning
 
“Jadi ketika seseorang belajar dengan rasa senang dan nyaman, yang memunculkan motivasi-motivasi tertentu, maka kita percaya si anak akan menghasilkan prestasi dengan lebih baik.  Selama stimulusnya cocok, sesuai, pasti hasilnya baik,” terang Ketua Project Binus Metaverse ini.
 
Ia menjelaskan, problem perkuliahan di Indonesia saat ini adalah seringkali cara belajar mahasiswa dengan dosen berbeda saat menyampaikan materi kepada mahasiswa.
 
“Dapat dimaklumi, pertama kita beda generasi. umur berbeda. Kita generasi X anak kita sudah z generation berbeda puluhan tahun,” ucapnya.
 
Sehingga cara memandang sebuah hal juga berbeda, bagaimana keduanya merespons suatu hal juga berbeda. “Jadi fun, interactive, dan self learning menjadi sangat cocok dengan karakteristik metaverse,” paparnya.
 
Untuk itu, Binus University juga turut andil dalam mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse. Dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.
 
WIR sebagai pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti. Juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.
 
“Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” papar Guru Besar Binus University ini.
 
Dengan misi memberikan bekal kepada anak bangsa, Binus University bersama WIR GROUP membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia.  Dengan adanya ini diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.
 
Binus University juga selangkah lebih maju dalam menyongsong era Web 3.0 dalam lingkup metaverse.  Oleh karena itu Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah diluncurkan pada acara G20 kemarin.
 
“Harapannya dengan hadirnya BINUS di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya,” kata Meyliana.
 
Binus University merupakan perguruan tinggi swasta Indonesia berkualitas global yang telah terakreditasi Unggul dari BAN-PT dan mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkatan dunia seperti QS (Quacquarelli Symmonds) dan Times Higher Educations. 

 

(CEU)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.