Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2022, Inspektorat Kabupaten Klaten mengadakan Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) 2022 pada hari Rabu (23/11) di Pendopo Pemerintahan kabupaten Klaten. Pada acara tersebut, Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan pentingnya inovasi dalam birokrasi pemerintahan, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Inovasi dalam pelaksanaan pengawasan ini selaras dengan instruksi dan harapan saya, dan tentunya harapan ASN dan masyarakat Kabupaten Klaten. Saya ingin seluruh perangkat daerah melakukan terobosan dalam inovasi. Inovasi adalah bagian dari reformasi birokrasi, perangkat daerah yang menjadi ujung tombak pelayanan publik wajib melakukan inovasi,” ungkap Sri, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (24/11).

Sri bilang, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah (Pemda) mengalami berbagai perubahan dan kendala. Perkembangan teknologi informasi yang tidak terduga dan sangat cepat, serta adanya pandemi Covid-19 menjadi dua kondisi nyata yang dihadapi saat ini. Keduanya tentu mempengaruhi perubahan pola kerja dan cara pikir pemda, sehingga pemda diharap bisa segera menyesuaikan agar tak tertinggal.

“Pemerintahan daerah dalam rangka menghadapi perubahan lingkungan yang sangat cepat dan tak terduga seperti yang disampaikan, inovasi dituntut ada di setiap OPD di Kabupaten Klaten dan saya tuntut untuk melakukan terobosan-terobosan inovasi yang mengangkat potensi wilayah masing-masing.” jelasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Inspektur Daerah Kabupaten Klaten, Agus Setyawan Prasetyoko mengatakan kegiatan Larwasda bertujuan untuk memaparkan hasil pengawasan administrasi Kabupaten Klaten. Selain itu juga memaparkan serta inovasi terhadap perubahan, yang seluruhnya untuk menggelorakan inovasi dalam rangka mewujudkan efektifitas dan efisiensi dalam bekerja.

“Sesuai dengan tema Larwasda tahun ini yaitu Inovasi Pengawasan Intern yang Adaptif terhadap Perubahan, maka untuk tahun 2022 ini kami membuat inovasi yang kita sebut sebagai Insting (inspektorat in house training),” ujar Agus.

Inovasi ini menurut Agus, bekerja sama dengan Universitas Widya Dharma (UNWIDHA) Klaten dan sekolah berintegritas sebagai percontohan. Adanya kegiatan Larwasda diharapkan Agus bisa bermanfaat bagi peningkatan pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan sehingga dapat melakukan evaluasi untuk menyempurnakan kegiatan guna mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Di acara ini, Bupati Klaten juga diketahui memberikan delapan penghargaan yakni Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dengan nilai A kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.