Bus Listrik di Surabaya Beroperasi 12 Hari lalu Berhenti, Perlu Penyempurnaan teknis.

SURYA.CO.ID I SURABAYA – Angkutan massal masa depan di Kota Surabaya sudah dimulai dengan dioperasikannya bus listrik. Bus tanpa emisi atau gas buang ini digadang-gadang akan menjadi alternatif utama warga Surabaya karena angkutan ramah lingkungan dan nyaman.
Per 18 Desember 2022, warga Kota Pahlawan dibuat kagum dengan angkutan massal tanpa bahan bakar fosil macam solar mengaspal di kota ini. Suara mesinnya tak terdengar, kabin luas dan nyaman dengan pendingin AC.
Bus berkapasitas 40 penumpang ini diproyeksikan menjadi angkutan masa depan. Bus dengan bodinya tertera made in PT INKA Madiun (BUMN) dan logo sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut sukses diujicobakan 18-19 Desember 2022. Keesokan harinya 20 Desember 2022 langsung dilaunching.
Tidak main-main, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan pejabat Kemenhub meresmikan langsung bus listrik pertama kali di Indonesia itu. Namun menjelang tahun baru pada 31 Januari 2022, bus tanpa knalpot itu sudah tak terlihat di jalanan Surabaya.
Saat dilaunching, bus listrik yang beroperasi melayani penumpang sebanyak 15 unit. Dua dicadangkan. Bus ini milik Kemenhub yang dibuat oleh PT INKA dan dipercayakan Perum Damri Surabaya sebagai operatornya.

Bus Listrik Trans Semanggi Surabaya berhenti beroperasi. (SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq)

Penyebab Bus Berhenti Beroperasi

Informasi yang berhasil digali Surya terkait penghentian bus listrik, salah satu penyebab hingga bus listrik diistirahatkan karena perlunya perjanjian baru.
General Manager Perum Damri Surabaya Yulianto menuturkan bahwa pihaknya selaku operator perlu penyempurnaan ulang perjanjian dan MoU atas pengoperasian bus listrik.
“Kami tengah menyiapkan perjanjian ulang buy the service (BTS) dengan Kemenhub,” kata Yulianto kepada Surya, Jumat (13/1).
BTS adalah sistem pengoperasian bus tanpa menarget setoran. Sementara operasional bus dan “gaji” kru juga sudah ditanggung, dalam hal ini Kemenhub.
Yulianto menyebut saat ini perlu perjanjian ulang. Perjanjian kerja sama dengan Kemenhub itu satu tahun dan dilakukan pembaharuan setelahnya.
Selain itu, bus listrik Trans Semanggi Suroboyo itu juga perlu penyempurnaan dari sisi teknis. Informasi yang diterima, sebagai operator bus listrik limpahan dari angkutan resmi KTT G20 Bali itu, Damri mendapati perlu penyempurnaan dari sisi teknis.
Yakni pada kekuatan baterai bus listrik yang idealnya bisa untuk jarak tempuh 160 KM. Namun belum genap pada jarak tempuh itu, baterai sudah melemah. “l
“Perlu ada penyempurnaan di sisi teknis ini. Ini sangat wajar,” kata Yulianto.
Selain itu juga waktu yang dibutuhkan untuk charging baterai tersebut juga butuh waktu lebih lama. Saat ini, stasiun charging yang ditempatkan di pool Damri di Jagir Surabaya diangkut untuk optimalisasi. Sementara bertahap belasan bus listrik di Jagir itu juga disempurnakan lagi.
Kapan Dioperasikan Lagi ?
Dari belasan bus listrik yang ada, saat ini sudah ada 5 stasiun charger baterai bus listrik. Selain tiga di garasi Damri Jagir, dua stasiun yang lain juga disediakan di Terminal Purabaya.
Semua infrastruktur pendukung tersebut saat ini tengah dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan lebih optimal lagi. Terhitung sejak 31 Desember 2022 hingga saat ini belum ada pengganti trayek Purabaya-MERR-Kenjeran Park.
Penumpang banyak yang menanyakan keberadaan bus listrik yang bisa membawa ke sentra industri di SIER hingga Kenjeran Park ini.
GM Perum Damri Surabaya yang asal Kendal Jateng ini berharap pembaharuan kontrak dengan Kemenhub segera tuntas.
“Saya berharap awal Februari bus sudah bisa dioperaikan kembali. Mudah-mudahan. Mohon dukungan dan doanya,” harap Yulianto.

Koridor 3 Harus Tetap Layani Penumpang

Sejak berhenti operasional pada 31 Desember 2022, hingga saat ini belum ada bus pengganti. Belum ada bus yang mengcover trayek bus listrik Trans Semanggi Suroboyo. Padahal banyak penumpang yang sudah telanjur menggantungkan armada bus listrik tersebut.
Trayek bus listrik adalah trayek perpanjangan dari Trans Semanggi Suroboyo yang melintasi jalur MERR hingga Gunung Anyar. Setiap hari sudah banyak yang telanjur mengharapkan bus listrik.
Kebid Angkutan Dishub Kota Surabaya Soenoto menyampaikan akan mengupayakan agar penumpang tetap mendapat layanan di koridor yang ditinggalkan bus listrik. Tapi pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Kemenhub.
“Jika hasil koordinasi itu mengisyaratkan bahwa bus listrik belum dapat segera beroperasi, akan ada upaya Pemkot Surabaya memberi layanan transportasi masal di koridor yang dihentikan sementara bus listrik,” kata Soenoto.
Saat ini tengah dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan dari sisi teknis agar bus listrik lebih andal. Selain itu juga pembaharuan kontrak antara Damri dan Kemenhub. Noto menyebut bahwa Surabaya hanya ketempatan saja.
Semua terkait operasional dan teknis menyangkut bus listrik ada di Kemenhub dan Damri.
Dishub Surabaya yang mengatur trayek hingga bus listrik akan mendapat kesempatan melayani dua koridor. Koridor 3 saat ini dan koridor 5: Siola-Manukan-Benowo.

 

Angkutan Resmi Piala Dunia di Surabaya

Bus Listrik menjadi solusi untuk kendaraan umum ramah lingkungan. Saat ini sudah ada 15 unit di Surabaya. Bus yang sebelumnya menjadi angkutan resmi KTT G20 Bali itu melayani satu koridor yakni koridor 3 (Purabaya-SIER-MERR-Kenjeran Park).
Rencananya bus antipolusi itu juga akan melayani saru koridor lagi. Dishub Kota Surabaya memastikan bahwa sudah ada trayek untuk bus listrik di koridor 5. Koridor ini meliputi jalur layanan mulai Siola-Kedungdoro-Manukan-Benowo.
Karena Benowo berdekatan dengan Gelora Bung Tomo (GBT), bus listrik untuk Koridor 5 nanti juga akan melintasi stadion megah ini. “Sudah kami siapkan trayek hingga GBT,” kata Kabid Angkutan Dishub Surabaya Soenoto.
Trayek hingga wilayah GBT ini juga dalam rangka menyambut perhelatan level Internasional. Kota Surabaya juga akan menjadi salah satu venue pagelaran Piala Dunia U-20. Informasi yang diterima Surya, bus listrik Trans Semanggi Suroboyo yang berhenti beroperasi juga untuk angkutan resmi Piala Dunia tersebut.
Piala Dunia U-20 digelar antara Mei-Juni 2023. Bus listrik akan dioperasikan penuh untuk melayani penonton. Bus akan melintas hingga depan Stadion GBT, tempat pertandingna Piala Dunia U-20.
Tidak hanya penonton lokal, namun penonton bola dari berbagai negara juga akan dilayani dengan bus listrik tersebut. Nantinya total akan ada 17 unit bus listrik yang khusus melayani Koridor 5 menuju GBT.

Beberapa armada bus listrik dari Kementerian Perhubungan diluncurkan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya akhir 2022 lalu.
Beberapa armada bus listrik dari Kementerian Perhubungan diluncurkan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya akhir 2022 lalu. (dokumen Pemkot Surabaya)

Penumpang di Surabaya Telantar

Waktu pengoperasian bus listrik di Surabaya hingga kini belum ada titik terang. Imbasnya, masyarakat yang biasanya mengandalkan bus ini kebingungan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya pun hingga saat ini belum mengetahui kepastian waktu pengoperasian kembali bus ini. Informasi terakhir, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hanya menyampaikan pemberitahuan pemberhentian.
“Kemenhub RI tanggal 3 Januari 2023 bersurat kepada Pemkot Surabaya untuk memohon waktu. Layanan bus listrik masih dilakukan evaluasi operasional dan kontrak,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru di Surabaya, Selasa (10/1).
Bus listrik yang merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan melalui Buy The Service (BTS) ini melayani rute baru Trans Semanggi Surabaya. Bekerjasama dengan Damri, rute ini melayani koridor Terminal Purabaya menuju Kenjeran dan sebaliknya.
Diluncurkan sejak akhir Desember 2022, keberadaan armada ini menggantikan Suroboyo Bus (SB) yang sebelumnya melayani rute ini (Gunung Anyar-Kenjeran PP). Empat unit Suroboyo Bus yang sebelumnya ada di koridor tersebut pun kini dialihkan ke rute lain.
Mengutip data penumpang SB selama 2022, penumpang di rute ini sekitar 5.000-12.000 penumpang dalam satu bulan atau sekitar 5-10 persen dari total penumpang SB di Surabaya. Bahkan, puncaknya sempat mencapai 17.070 penumpang pada September lalu.
Tak mengherankan, sebab SB menjadi satu-satunya mode transportasi umum di rute ini. Tak ada lyn hingga bus umum lainnya yang ada di rute tersebut.
Praktis, dengan tak adanya transportasi umum maka penumpang di rute ini pun terpaksa pindah ke transportasi lain. Baik ke kendaraan pribadi maupun ojek daring (ojol).
Dishub Surabaya hingga saat ini tak bisa mengembalikan Suroboyo Bus yang kini beroperasi di rute lain. Dishub khawatir, solusi pendek tersebut justru menimbulkan kebingungan bagi penumpang dan mengganggu pelayanan di rute lain.
Satu-satunya yang bisa dilakukan Pemkot adalah mendorong Kementerian untuk segera menyelesaikan masalah dengan pihak operator, Damri. “Mereka (Kemenhub) berjanji akan segera mungkin melakukan layanan kembali di Kota Surabaya,” paparnya.
Menurut Tundjung, masalah tersebut disebabkan sistem kelistrikan bus hingga perpanjangan kontrak tahunan. “Pengoperasiannya ada yang tersendat atau kurang lancar suplai kelistrikan, makanya ini lagi dievaluasi,” katanya.
Kepala Bidang Angkutan, Dishub Kota Surabaya, Sunoto menyampaikan, pengoperasian Bus dari Kemenhub memangkas waktu tunggu kendaraan di halte. Dari yang awalnya 45 menit (4 unit Suroboyo Bus) menjadi 15 menit saja (11 unit Trans Semanggi).
“Sehingga, penumpang semakin nyaman dengan headway yang semakin singkat,” kata Sunoto.
Tak hanya di rute Purabaya-Kenjeran, rute lain pun ikut terimbas. Di antaranya, rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) menuju Terminal Osowilangon (TOW) dan sebaliknya.
Rute ini mendapat limpahan Bus dari koridor Gunung Anyar-Kenjeran yang digantikan Bus listrik. Waktu tunggu penumpang berkurang dari yang awalnya 45 menit menjadi 25 menit.
“Meskipun belum ideal (15 menit), tapi waktu tunggu ini jauh lebih singkat sekarang. Sehingga, kalau yang sudah baik kemudian dikembalikan ke sebelumnya, kami kawatir akan membuat penumpang bingung,” katanya. (Nuraini Faiq/Bobby Koloway)

 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.