Presiden China Xi Jinping dan sejawatnya dari Kuba berjanji saling mendukung “kepentingan utama” sesama negara komunis itu, Jumat (25/11), pada sebuah pertemuan yang menandai semakin agresifnya diplomasi tatap muka Beijing.

Dalam pernyataannya kepada Miguel Diaz-Canel Bermudez, Xi mengatakan China berharap untuk “memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam urusan internasional dan regional” dengan Kuba. Keduanya akan “saling mendukung dalam membangun sosialisme dengan karakteristik masing-masing,” kata Xi seperti dikutip dalam rilis berita pemerintah China.

China umumnya mendefinisikan kepentingan inti sebagai usaha mempertahankan tujuan pembangunan ekonomi dan politiknya, bersama dengan kontrol atas wilayah yang diklaimnya, terutama Taiwan yang berpemerintahan sendiri. Tidak ada isu khusus atau negara lain yang disebutkan dalam rilis berita pemerintah China itu.

Kunjungan Diaz-Canel adalah tanda lebih lanjut tentang bagaimana China berusaha memulai diplomasi tatap muka setelah menghindarinya selama pandemi.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez (kiri) dan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, Jumat, 25 November 2022. (Ding Lin/Xinhua melalui AP)

Xi, yang juga pemimpin Partai Komunis yang berkuasa dan telah menghilangkan batasan masa jabatan untuk memungkinkannya tetap berkuasa tanpa batas waktu, bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz awal bulan ini di Beijing, kemudian menghadiri pertemuan Kelompok 20 Ekonomi Terkemuka di Indonesia dan forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik di Thailand.

Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khurelsukh dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel akan melakukan perjalanan ke Beijing minggu depan.

Diaz-Canel tiba di China setelah kunjungan ke Moskow, di mana ia dan Presiden Rusia Vladimir Putin memuji “persahabatan tradisional” antara negara-negara yang terkena sanksi itu.

Menyusul runtuhnya Uni Soviet, China dan Kuba semakin dekat, sama seperti halnya China dan Rusia yang secara bertahap menjalin hubungan yang lebih hangat.

Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez meninjau pasukan kehormatan saat upacara penyambutan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Jumat, 25 November 2022. (Ding Lin/Xinhua melalui AP)

Dalam rilis berita China, Diaz-Canel dikutip mengatakan kunjungannya “menunjukkan bahwa kami sangat mementingkan dan memperhatikan hubungan persahabatan dan kerja sama antara Kuba dan China.”

Kuba “sangat mengakui” kontribusi praktis dan teoretis Xi “dan kami percaya ini adalah dorongan nyata bagi semua kekuatan progresif di dunia,” katanya.

China adalah mitra dagang terbesar kedua Kuba setelah produsen minyak utama Kolombia. Beijing telah menyediakan bus, lokomotif, dan peralatan lain untuk mendorong pulau itu meningkatkan infrastrukturnya yang sudah tua. Perusahaan-perusahaan China juga berinvestasi dalam ekstraksi mineral di Kuba tetapi dalam skala terbatas. [ab/uh]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.