SURYA.CO.ID – Ada 12 keterampilan yang menjadi prioritas di pelatihan Kartu Prakerja gelombang 48. Apa saja?

Tahun 2023, program Kartu Prakerja bakal dijalankan dengan skema normal atau tidak bersifat semi bantuan sosial (bansos) seperti tahun sebelumnya.

Dengan menjalankan skema normal, Kartu Prakerja fokus pengembangan keterampilan angkatan kerja. Beasiswa pelatihan pun dinaikkan, sedangkan insentif diturunkan.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, Indonesia merupakan negara besar yang memproduksi banyak hal, dari pertanian, manufaktur, dan jasa.

Karena itu, beasiswa pelatihan Kartu Prakerja dipertajam kepada pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan di masa depan.

Informasi penting terkait Kartu Prakerja 2023 (prakerja.go.id)

“Bidang-bidang ini telah dikaji lembaga-lembaga internasional dan Kemenko Perekonomian serta Bappenas,” katanya, dikutip dari Kompas.com.

Pada Kartu Prakerja gelombang 48 dan gelombang yang dijalankan 2023, ada beberapa sektor yang menjadi prioritas, di antaranya:

  • Riset pasar
  • Pengadaan barang jasa
  • Pengelolaan SDM dan penjualan produk
  • General office (kantoran)
  • Operasi mesin
  • engineering
  • Housekeeping
  • Kerajinan tenun
  • Batik
  • Anyam-anyaman
  • Jasa perorangan
  • Pertanian

Denni menjelaskan, ada pula pelatihan yang relevan dengan penerima yang ingin bekerja di luar negeri.

“Terkait TKI, ternyata lebih dari tujuh persen penerima Kartu Prakerja adalah orang-orang yang tertarik bekerja ke luar negeri, serta mereka yang pernah bekerja di luar negeri.”

“Kami siapkan pelatihan yang relevan bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri, misalnya sektor hospitality, perhotelan, dan bahasa asing,” ungkap Denni.

Imbauan identifikasi akun Kartu Prakerja untuk menghindari penipuan.
Imbauan identifikasi akun Kartu Prakerja untuk menghindari penipuan. (Kolase Surya.co.id)

Dengan prioritas program Kartu Prakerja pada peningkatan keterampilan angkatan kerja, maka standar pelatihan ditingkatkan secara signifikan, dengan bidang pelatihan akan difokuskan sesuai kebutuhan lapangan pekerjaan saat ini.

Denni menegaskan, pasar tenaga kerja memiliki dua sisi, yakni sisi permintaan dan penawaran.

Kartu Prakerja membekali angkatan kerja pada sisi penawaran (supply), sedangkan sisi permintaan (demand) atau lowongan kerja bukan kontrol Program Kartu Prakerja.

Hal seperti itu dilakukan dengan program-program yang mendorong investasi, sehingga bisa menciptakan lapangan kerja lebih besar.

“Meskipun program Kartu Prakerja juga mendorong kewirausahaan yang artinya menciptakan lowongan kerja dan entrepreneur-entrepreneur muda,” ujarnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.