Google berencana untuk memblokir penginstalan aplikasi usang di Android 14. Hal ini dilakukan perusahaan untuk menghindari malware.

Google telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah infeksi malware pada ponsel Android dengan menerapkan pedoman yang lebih ketat untuk pengembangan dan distribusi aplikasi. Perusahaan itu telah memastikan bahwa aplikasi yang tersedia di Google Play Store bebas dari malware, tetapi kemampuan untuk melakukan sideload aplikasi telah menciptakan celah untuk penyebaran malware.

Sebagai tanggapan, Google berencana untuk memblokir penginstalan aplikasi usang di Android 14, seperti yang terlihat dalam perubahan kode terbaru. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan potensi penyebaran malware melalui sideload dan aplikasi lama.

Google juga mendesak pengguna Android untuk memperbarui aplikasi mereka secara teratur. Karena versi Android terbaru, Android 13, hanya tersedia untuk 5,2% dari semua perangkat, Google mungkin meningkatkan batas API minimum ke Android 6.0 untuk lebih melindungi pengguna dari penyebaran malware.

Hal itu karena serangan malware biasanya menargetkan Android versi lama dengan patch dan celah keamanan yang kadaluarsa. Begitu Google mulai memblokir fitur sideloading, jumlah serangan malware akan turun drastis. Dilansir dari Gizmochina (25/1), hal tersebut tidak akan memengaruhi ponsel baru dengan versi sistem operasi terkini, karena mereka menerima pembaruan tepat waktu untuk aplikasinya.

Google sedang mempertimbangkan untuk menawarkan opsi bagi para perusahaan ponsel untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur yang memblokir penginstalan aplikasi usang di Android 14. Perusahaan itu menyadari bahwa penyebaran malware di antara ponsel Android menjadi perhatian dan mereka sedang mengambil langkah untuk mengatasinya.

Untuk memastikan bahwa pengguna memiliki kontrol penuh atas perangkatnya, Google juga dapat menyediakan cara bagi pengguna untuk mengabaikan fitur tersebut melalui command shell. Ini dapat dilakukan dengan memperkenalkan bendera tertentu di command shell. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa proses ini akan lebih rumit daripada sekadar memasang APK di ponsel Android. Tujuannya adalah untuk mempersulit sebagian besar pengguna untuk mengabaikan fitur tersebut, tetapi tetap memberikan jalan bagi mereka yang membutuhkannya.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.