Di ujung akhir pandemi Covid-19, dunia terancam subvarian baru Omicron BQ.1.1 dan XBB. Subvarian ini lebih kuat menghindari kekebalan dari vaksin. Kedua subvarian ini diprediksi akan menjadi varian dominan di dunia.

“Berbicara soal virus ini bermutasi, berkembang dan berubah setiap saat, maka kita harus paham. Bahwa, virus ini akan selalu berganti. Kapan? Tidak akan ada pernah berhentinya. Ini akibat adanya seleksi secara genetis,” kata guru besar mikrobiologi klinik FK-KMK, UGM Tri Wibawa dalam webinar. (5/11). Kegiatan webinar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional.

Tri mengatakan, perubahan itu terjadi bila menguntungkan bagi virusnya, maka virus itu akan berkembang. Akan tetapi virusnya berubah, dan dihancurkan oleh perubahan itu, maka virus itu akan hilang.

“Perubahan genetis ini dilakukan dengan dua cara, yang terjadi karena mutasi (perubahan yang terjadi pada RNA virus itu), rekombinasi (terjadinya dua matriks genetik dari dua virus yang berbeda). Seperti itulah sih virus berevolusi,” tuturnya.

“Terdapat tiga kemungkinan spekulasinya. Pertama, kemungkinan besar dari manusia dan menular ke hewan. Dan di hewan ini respons imunnya berbeda dengan manusia, memungkinkan sih virus ini berkembang dengan cepat. Terjadi mutasi, dan setelah itu balik lagi ke manusia. Atau lainnya, sudah berkembang di manusia. Kemungkinan terjadi di populasi yang sedikit tertutup. Tapi, sekali virusnya terbuka, kemudian akan menyebar di masyarakat luas. Dan cepat sekali berkembang,” tutupnya.

Direktur Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK UGM Riris Andono Ahmad mengatakan terdapat tiga skenario pandemi itu berjalan. Pertama, race through. Fase pertama ini biasanya memakan korban jiwa hingga ratusan, sistem kesehatan, sosial, ekonomi, dan politik kolaps. Serta dapat dikatakan negara bisa gagal di fase ini. hal tersebut dilakukan bertujuan untuk segera mengakhiri pandemi. Rentan waktunya satu hingga dua tahun.

“Ada tiga strategi yang saya ambil dari sebuah film pendek, di youtube yang mencoba menjelaskan mengenai bagaimana pandemi akan berjalan. Skenario tersebut adalah race through, delay & vaccinate, coordinate & crush,” kata Riris dalam telekonfrensi pers.

Skenario kedua ialah delay & vaccinate. Fase kedua ini biasanya munculnya gelombang pandemi yang berulang, korban jiwa ratusan ribu hinga beberapa juta, resesi ekonomi, sistem sosial, ekonomi, politik beradaptasi, dan terciptanya vaksinasi untuk di fase ini. sehingga dapat memperlambat penularannya (3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) & 3T (tracing, testing, dan treatment)). Rentan waktunya mencapai dua hingga lima tahun.


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.