Berbagai tantangan yang dihadapi para guru di Jambi serupa dengan yang dihadapi di Kalimantan Timur. Siti Juwariyah, Kepala Sekolah SMPN 5 Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur mengungkapkan guru dan kepala sekolah perlu berjuang menciptakan lingkungan sekolah yang bebas sampah dan tidak gersang serta lebih kondusif untuk belajar.

”Siswa kami awalnya cenderung sulit diatur, membuang sampah sembarangan, padahal lingkungan sekolah gersang. Kami berupaya mendatangkan guru konseling untuk mengidentifikasi cara terbaik untuk menangani kondisi siswa. Kami juga bekerjasama dengan orang tua membangun taman sekolah. Dan orang tua cukup antusias. Sementara untuk asesmen nasional yang menuntut penggunaan internet, kami mengajak siswa mengerjakan ujian di tepi pantai yang sinyalnya lebih kuat,” ujar Siti.

Perjuangan para guru di Sumatera Utara tak kalah gigih. Liston Simamora selaku Guru/Ketua Forum KKG Kota Pematang Siantar UPTD SDN 124400 mengungkapkan bahwa para guru sampai menitipkan handphonenya ke sopir angkot yang pergi ke kota untuk mendapatkan sinyal demi mengunduh materi pembelajaran.

Direktur Utama Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja mengatakan berbagai permasalahan guru dan sekolah diatas perlu segera mendapatkan perhatian dari semua pihak.

“Peningkatan komunikasi dan berbagi pengalaman para guru berkali-kali muncul dalam diskusi. Kegiatan hari ini memberi contoh bahwa kegiatan berbagi pengalaman bisa dilakukan dengan relatif terjangkau lewat zoom. Dengan demikian para guru dari berbagai provinsi bisa saling menguatkan, mendiskusikan berbagai tantangan dan menemukan solusi yang kreatif,” ungkap Dinna.

Dinna juga mengungkap berbagai kesepakatan yang muncul dalam diskusi tersebut. Di antaranya : Dibutuhkan kolaborasi semua pihak untuk sebaran pendidikan berkualitas mulai dari sekolah, masyarakat, dinas pendidikan dan pemerintah daerah, serta optimalisasi kolaborasi dengan lembaga-lembaga filantropi.

Diperlukan faktor penunjang seperti internet, dan infrastruktur lainnya untuk mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (IKM). Kemudian, perlu ada forum yang melahirkan regulasi daerah berbasis kesamaan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat SD/SMP agar di tingkat SMA lebih baik. Dan yang terakhir yaitu dalam kebijakan di tingkat nasional, harus ada peluang pelatihan bagi guru.

Kegiatan di Jambi ini merupakan rangkaian dari kunjungan serupa di Provinsi Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan nantinya Riau. Kesepakatan dari sesi FGD dan Diskusi Publik di provinsi-provinsi itu akan disampaikan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dalam rangka Hari Guru 2022 yang jatuh pada 25 November. 


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.