Merdeka.com – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menegaskan audit laporan keuangan Jakarta E-Prix 2022 sedang berlangsung. Audit dilakukan oleh lembaga independen atau Kantor Akuntan Publik (KAP), bukan oleh BPK sesuai informasi sebelumnya.

“Audit keuangan Jakarta E-Prix 2022 masih berlangsung oleh KAP” ujar VP Corporate Secretary Jakpro, Syachrial Syarief dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (5/11).

Menurut Syachrial, sesuai laporan inhouse, penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022 oleh Jakpro mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp6,41 miliar. Laba tersebut sudah memperhitungkan semua pendapatan dan beban cash maupun non-cash, termasuk kewajiban kewajiban yang masih outstanding sampai dengan 30 September 2022. Namun hingga kini Jakpro menunggu hasil audit yang dilakukan KAP independen yang diperkirakan selesai akhir tahun 2022 ini.

“Jadi kami sampaikan kembali bahwa Rp6,41 miliar merupakan laba dalam penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022. Tentunya sudah memperhitungkan keseluruhannya, termasuk pemenuhan kewajiban-kewajibannya. Sedangkan kewajiban kepada Jaya Ancol sudah dilakukan pada bulan Agustus 2022 lalu,” tegasnya.

Audit merupakan review laporan keuangan sebuah perusahaan atau bisnis yang dilakukan secara independen dan obyektif. Tujuan dilakukannya audit adalah untuk memberi kepastian bagi setiap pemangku kepentingan bahwa laporan keuangan yang dibuat sudah akurat, lengkap, dan sejalan dengan standar ketentuan audit.

Berdasarkan hasil kajian Lembaga kredibel dan independent Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Jakarta E-Prix 2022 membawa dampak langsung terhadap investasi konstruksi, operasional penyelenggaraan, dan pengeluaran pengunjung. Dampak langsung penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022 adalah semua agregat pengeluaran yang mengakibatkan terselenggaranya Jakarta E-Prix 2022. Komponen dampak langsung terdiri dari investasi konstruksi (capital expenditure), operasional penyelenggaraan (operational expenditure) dan total pengeluaran pengunjung. Setelah diestimasi maka penyelenggaraan Jakarta E Prix mampu memberikan dampak langsung sebesar Rp597 miliar.

Selanjutnya, INDEF merilis penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022 meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta sebesar 0,105 persen atau setara 2,041 triliun rupiah (Atas Dasar Harga Konstan/ADHK). PDRB dapat meningkat karena adanya aktivitas dan interaksi ekonomi seperti konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah dan net ekspor. Dari aktivitas ekonomi tersebut maka menimbulkan dampak runtutan bahkan dampak pengganda terhadap berbagai sektor ekonomi lainnya dari hulu hingga hilir.

Di sisi lain, sektor-sektor yang terkait dengan jasa juga mendapat respon dari aktivitas ekonomi yang terjadi akibat adanya penyelenggaraan Jakarta E Prix. Dampak ekonomi secara total dari penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022 tersebut dapat dilihat dari agregasi dampak langsung dan dampak ekonomi. Sehingga dampak totalnya diestimasi mencapai Rp2.63 triliun.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendesak PT Jakarta Propertindo (JakPro) untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan balap mobil listrik Formula E. Kegiatan itu sudah berlangsung pada bulan Juni 2022 lalu.

“Saya minta saat ini juga JakPro menjawab kepada kami di Badan Anggaran ini, bagaimana pertanggungjawaban pelaksanaan Formula E. Untung atau rugi, dijawab saja sekarang mumpung ada kesempatan,” kata Anggara dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (3/11).

Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menambahkan, JakPro sudah terlalu lama mengulur waktu untuk menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan Formula E.

“Ini sudah sekitar empat bulan berlalu acaranya tapi jika ditanya pertanggungjawabannya Jakpro selalu menghindar,” kata dia.

[lia]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.