Dokumen-dokumen dengan cap rahasia ditemukan di kediaman mantan Wakil Presiden AS Mike Pence di negara bagian Indiana minggu lalu, kata pengacaranya kepada Arsip Nasional AS dalam sebuah surat. Ini rangkaian penemuan dokumen rahasia negara di rumah-rumah pribadi para pemimpin AS.

Pengacara Pence, Greg Jacob, menulis dalam surat itu bahwa “tampaknya terdapat sejumlah kecil dokumen dengan cap rahasia yang secara tidak sengaja dikemas dan diangkut ke rumah pribadi mantan wakil presiden pada akhir pemerintahan periode sebelumnya.” Salinan surat itu diperlihatkan kepada kantor berita Associated Press.

Jacob mengatakan bahwa Pence “menghubungi penasihat dari pihak luar, dengan pengalaman dalam menangani dokumen rahasia, untuk meninjau dokumen-dokumen yang disimpan di rumah pribadinya setelah diketahui secara terbuka bahwa dokumen-dokumen dengan cap rahasia ditemukan di kediaman Presiden Joe Biden di Wilmington.”

Departemen Kehakiman AS sudah lebih dulu menunjuk dua penasihat khusus untuk menyelidiki keberadaan dokumen-dokumen dengan cap rahasia yang disita dari rumah mantan Presiden Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, serta dari rumah dan bekas kantor Biden di Washington.

Departemen itu mengatakan ada sekitar 300 dokumen bercap rahasia, termasuk yang tergolong “sangat rahasia” alias top-secret, yang diambil dari Mar-a-Lago. Para pejabat departemen itu sedang berusaha memutuskan apakah Trump atau orang lain patut didakwa atas kepemilikan dokumen rahasia negara secara ilegal atau mencoba menghalang-halangi penyelidikan kriminal yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Pengacara Pence mengatakan dalam surat itu bahwa mantan wapres itu “tidak sadar akan keberadaan dokumen-dokumen sensitif atau rahasia di kediaman pribadinya” dan “memahami betapa pentingnya melindungi informasi sensitif dan rahasia serta siap dan bersedia untuk bekerja sama sepenuhnya dengan Arsip Nasional dan penyelidikan yang sepantasnya.”

Jacob mengatakan, Pence langsung mengamankan dokumen-dokumen yang ditemukan ke dalam brankas terkunci. Selain itu, menurut surat lanjutan dari pengacara tertanggal 22 Januari, agen-agen FBI mendatangi kediaman Pence untuk mengambil dokumen-dokumen itu.

Salah seorang juru bicara Departemen Kehakiman menolak berkomentar hari Selasa (24/1), sementara pengacara Pence tidak segera menjawab email permintaan penjelasan.

Pence mengatakan kepada Associated Press Agustus lalu bahwa ia tidak mengambil dokumen rahasia apa pun setelah ia meninggalkan Gedung Putih.

Ketika ditanya secara langsung apakah ia menyimpan informasi semacam itu, ia mengatakan, “Tidak, setahu saya tidak.”

Dalam wawancara Januari lalu dengan Fox Business, Pence menggambarkan “proses yang sangat resmi” oleh kantornya untuk menangani informasi rahasia, demikian juga langkah-langkah yang diambil oleh para pengacaranya untuk menjamin tak ada satu pun dokumen rahasia yang dibawanya.

“Sebelum meninggalkan Gedung Putih, para pengacara dalam jajaran staf saya memeriksa semua dokumen, baik di Gedung Putih maupun di kantor kami di sana dan di kediaman wakil presiden untuk memastikan bahwa semua dokumen yang perlu diserahkan ke Arsip Nasional, termasuk dokumen rahasia, diserahkan. Jadi, kami melalui proses yang sangat hati-hati dalam hal itu,” kata Pence. [rd/ka]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.