SURYA.CO.ID, JEMBER – Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, Edi Cahyo Purnomo meminta Pelayanan Kesehatan masyarakat Kabupaten Jember Jawa Timur tahun 2023 harus lebih dioptimalkan.

Menurutnya, pengalaman pada tahun 2022, masih banyak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kekurangan obat.

Sehingga, membuat pelayanan pasien tidak optimal, karena mereka harus beli sendiri di apotek.

“Saya berharap hal itu tidak terulang kembali tahun 2023 . karena tahun 2022, saat itu saya ingat diskusi dengan kepala puskesmas, ketersediaan obat saat itu minim dan kurang dari yang puskesmas ajukan,” ujarnya, Sabtu (7/1/2023).

Legislator yang akrab disapa Cak Ipung ini, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dan juga puskesmas harus bisa koordinasi dengan baik. Khususnya dalam menyusun perencanaan anggaran pengadaan obat-obatan tahun 2023.

“Jangan sampai terulang kembali, karena (kekosongan obat) akan menciderai masyarakat yang tidak mampu. Maka dari itu Dinas Kesehatan harus mengontrol ketersediaan obat-obatan yang ada di puskesmas,” kata anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan itu.

Senafas dengan hal ini, Legislator Partai Gerindra DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo juga mengingatkan Dinkes, harus selektif dalam membeli obat pada tahun 2023 ini.

“Jangan karena harga murah, masa kedaluwarsanya tinggal dua hingga tiga bulan, lalu itu dibeli. Akhirnya tidak bisa digunakan dengan baik obatnya,” katanya.

Hal itu perlu diperhatikan, sebab Ardi mengaku trauma dengan pengalaman yang saat menemukan obat kedaluwarsa tahun 2022 di Gudang Farmasi Kabupaten Jember, yang pada akhirnya harus dimusnahkan.

“Karena tahun 2022 ada obat-obat kedaluwarsa sekitar senilai Rp 7 miliar lebih, gara-gara perencanaannya yang tidak tepat,” imbuhnya.

Menanggapi Hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Jember, Koeshar Yudyarto mengatakan, secara administrasi pengadaan obat-obatan tahun 2023 sudah disusun dengan baik.

“Memang pada tahun 2021-2022 banyak obat yang tidak terpakai, karena kunjungan di puskesmas juga menurun gara-gara Covid-19,” urainya.

Sementara ini, di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Pemerintah Kabupaten Jember, Dinkes telah menganggarkan sebesar Rp 5.561.843.000 melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2023 untuk pembelian obat-obatan.

Pengadaan obat tersebut, juga dilakukan oleh Dinkes Jember dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 2.039.775.200.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.