Aktor Michael J Fox, yang memukau pemirsa melalui serial komedi TV tahun 1980-an Family Ties dan film Back to the Future, baru-baru ini menerima Oscar kehormatan. Ia menerima penghargaan yang disebut sebagai Jean Hersholt Humanitarian Award itu berkat kegiatan advokasinya menyoroti dampak penyakit Parkinson’s yang berhasil menggalang dana $1,5 miliar untuk riset penyakit tersebut.

Fox didiagnosis menderita penyakit saraf yang menyebabkan tremor dan gejala-gejala lainnya itu sewaktu berusia 29, pada tahun 1991. Ia kemudian membatasi karier aktingnya dan mendirikan Michael J. Fox Foundation for Parkinson’s Research pada tahun 2000 untuk membantu mendanai upaya penyembuhan penyakit tersebut.

Sewaktu tampil di panggung untuk menerima penghargaan itu, Fox mengatakan Parkinson’s dapat disembuhkan dengan dukungan keuangan yang tepat. Fox mengatakan ia sangat berterima kasih kepada ribuan orang yang membantunya untuk mewujudkan dunia tanpa penyakit Parkinson’s.

Michael J. Fox berbicara di atas panggung saat Penghargaan Gubernur di Fairmont Century Plaza di Los Angeles, Sabtu, 19 November 2022. (Richard Shotwell/Invision/AP)

Fox merasa mendapat kehormatan besar dapat tampil di panggung itu serta menerima kebaikan dari begitu banyak orang. Sejumlah bintang papan atas yang menghadiri acara tahunan Governors Awards itu, di antaranya Tom Hanks dan Jennifer Lawrence, memberi Fox standing ovation seusai ia berpidato.

Komposer lagu Diane Warren, yang bertanggung jawab atas hits If I Could Turn Back Time dan I Don’t Want to Miss a Thing yang dibawakan oleh Aerosmith, telah 13 kali menjadi nomine Oscar. Belum sekali pun ia membawa pulang penghargaan berupa patung emas kecil itu.

Setelah diperkenalkan di panggung oleh Cher, Warren mengatakan,”Saya ingin katakan sekali lagi, sekali lagi, kata-kata yang saya pikir tidak akan pernah terucap tetapi selalu saya impikan akan saya ucapkan. Saya ingin berterima kasih kepada Academy,”

Academy yang disebut Warren itu mengacu pada Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) yang menyelenggarakan acara penganugerahan Oscar.

Oscar kehormatan, yang mulai dilembagakan pada tahun 1950, juga diberikan setiap tahun oleh Dewan Gubernur (Board of Governors) AMPAS. Sejak 2009 Oscar kehormatan diberikan secara terpisah pada ajang tahunan Governor Awards, bukannya pada acara penganugerahan Oscar reguler. Oscar kehormatan diberikan untuk menghargai pencapaian dalam bidang perfilman yang tidak dicakup dalam kategori Oscar biasa.

Selain Fox dan Warren, sutradara Australia Peter Weir juga menerima Oscar kehormatan atas karya-karyanya dalam film seperti Green Card, Witness, Gallipoli, The Truman Show, dan Master and Commander. Ia belum pernah membuat film lagi sejak 2010.

Seniman keempat yang menerima Oscar kehormatan pekan lalu adalah Euzhan Palcy. Sebagai perempuan kulit hitam dari Martinique, ia mendobrak banyak hal di industri perfilman ini. Ia juga perempuan kulit hitam pertama yang menyutradarai film studio Hollywood. [uh/ab]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.