Pemerintah Biden mengusulkan standar yang lebih ketat untuk polutan udara yang mematikan, dengan mengatakan mengurangi jelaga dari pipa knalpot, cerobong asap dan kebakaran hutan dapat mencegah ribuan kematian dini setiap tahun.

Badan Perlindungan Lingkungan EPA pada Jumat (6/1) merilis proposal yang akan menetapkan tingkat maksimum polusi partikel halus per meter kubik udara adalah 9-10 mikrogram, turun dari 12 mikrogram yang ditetapkan satu dekade lalu oleh pemerintah Obama.

Standar polusi partikel – yang lebih dikenal sebagai jelaga – dibiarkan tidak berubah oleh mantan Presiden Donald Trump, yang mengesampingkan rekomendasi ilmiah untuk standar yang lebih rendah pada hari-hari terakhirnya di Gedung Putih.

Pemerintah Biden mengusulkan standar yang lebih ketat untuk polutan udara yang mematikan, dengan mengatakan mengurangi jelaga dari pipa knalpot, cerobong asap dan kebakaran hutan. (Foto: Ilustrasi/AP)

Kelompok-kelompok lingkungan dan kesehatan masyarakat yang telah mendorong standar lebih ketat itu kecewa, dengan mengatakan proposal EPA tidak cukup untuk membatasi emisi – apa yang disebut sebagai “materi partikulat halus” – yang merupakan potongan kecil jelaga yang tidak terlihat dari pipa knalpot, kebakaran hutan, cerobong asap pabrik dan pembangkit listrik serta sumber lainnya, yang kita hirup.

Dalam perkembangan yang dapat mengarah pada standar yang lebih rendah lagi, EPA hari Jumat memgatakan pihaknya juga akan menanggapi berbagai gagasan yang diajukan komite penasehat ilmiah, termasuk proposal yang akan menurunkan standar maksimum jelaga menjadi 8 mikrogram. Satu microgram adalah sepersejuta gram.

Kepala EPA Michael Regan mengatakan proposal untuk memperkuat standar kualitas udara ambien nasional untuk polusi partikel halus, akan membantu mencegah masalah kesehatan yang serius, termasuk serangan asthma, serangan jantung dan kematian dini yang telah menimbulkan dampak secara tidak proporsional terhadap populasi yang rentan.

Populasi ini mencakup anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki masalah jantung dan baru-baru, juga komunitas minoritas dan berpendapatan rendah di seluruh Amerika.

“Pemerintah berkomitmen untuk bekerja guna memastikan agar semua orang – terlepas dari warna kulit mereka, tempat tinggal atau uang di saku mereka – dapat memiliki udara bersih untuk dihirup, air bersih untuk diminum, dan kesempatan hidup sehat,” ujar Regan dalam konferensi pers itu. Ditambahkannya, “di EPA kami bekerja setiap hari untuk menciptakan komunitas yang lebih bersih dan sehat bagi semua, dan telah melakukannya selama lebih dari 50 tahun.” [em/pp]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.