2 menit

Merebaknya fenomena mal sepi di Jakarta masih menjadi perbincangan hangat kendati pandemi Covid-19 telah berangsur mereda. Lantas, apa yang mesti dilakukan pengelola? Yuk, simak uraiannya berikut ini!

Memasuki awal tahun 2023, sejumlah mal di kawasan DKI Jakarta masih terbilang sepi pengunjung.

Selain mal legendaris seperti Ratu Plaza, setidaknya ada 3 mal lain yang juga berkondisi serupa, yakni Glodok City, Plaza Semanggi, hingga mal Blok M.

Isu untuk mengalihfungsikan pusat perbelanjaan agar dapat dimanfaatkan menjadi bisnis properti lain pun menyeruak.

Melansir bisnis.com, Syarifah Syaukat selaku Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia membeberkan pendapatnya.

“Terkait alih fungsi, pengelola harus melakukan due diligence untuk melihat peluang yang ada, mengingat pengelola perlu mempertimbangkan zonasi ruang, fasilitas penunjang, peluang usaha, dan tentu saja biasa redesign ruangan,” ucap Syarifah seperti dikutip dari bisnis.com.

Perlu Adanya Invovasi

sumber: okezone.com

Masih menukil sumber yang sama, Syarifah Syaukat menjelaskan bahwa pengelola perlu mencari inovasi guna meningkatkan traffic pengunjung.

Apalagi, katanya, ruang ritel tidak hanya berfungsi sebagai ruang transaksi belaka melainkan juga untuk ruang interaksi sosial.

“Memasuki tahun 2023, konsumen ritel diberikan alternatif dengan model ruang ritel baru berkonsep alfresco yang mengusung konsep makan bersama di luar ruangan,” ujar Syarifah.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada 2023 diprediksi akan ada peningkatan traffic pengunjung ke pusat perbelanjaan seperti mal.

Hal ini bisa terjadi dengan asumsi kapasitas mal tidak lagi dibatasi dan berlaku normal.

Selain itu, Syarifah juga melihat adanya sejumlah pusat perbelanjaan yang cenderung menahan untuk menaikkan harga sewa.

Tujuannya tak lain supaya permintaan okupansi dari para tenant meningkat kendati bisa jadi akan ada kenaikan apabila pasokan mulai terbatas.

“Namun, saat ini diindikasikan adanya peningkatan service charge pada beberapa pusat perbelanjaan karena mningkatnya biaya maintenance listrik, air bersih, dan lain-lain,” terang Syarifah.

Fungsi Lain dari Pusat Perbelanjaan

Sementara di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPB), Alphonzus Widjaja, juga memberikan pandangannya terkait sepinya mal-mal atau pusat perbelanjaan, khususnya di kawasan Jakarta.

Menurutnya, pusat perbelanjaan di masa sekarang mesti memberikan fungsi lain di luar tempat belanja.

Sebagai contoh, mal seyogyanya harus memiliki serta menyediakan tempat atau fasilitas bagi pelanggan agar bisa melakukan interaksi sosial.

“Namun, tentu tidak semua pusat perbelanjaan memiliki kemampuan untuk secepatnya melakukan perubahan, termasuk tentunya juga dalam hal pembiayaan,” kata Alphonzus Widjaja.

***

Itulah informasi perihal fenomena mal sepi di Jakarta, Property People.

Baca deretan artikel menarik lainnya di Berita.99.co.

Yuk, follow Google News Berita 99.co Indonesia supaya tidak ketinggalan informasi terbaru.

Jika kamu sedang mencari rumah murah di sekitar Bekasi, bisa jadi Mustika Park Place adalah pilihan ideal.

Temukan rekomendasi terbaik hunian masa kini di www.99.co/id dan Rumah123.com.

Dapatkan berbagai kemudahan dan ragam promo menggiurkan karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Artikel ini bersumber dari berita.99.co.