SURYA.CO.ID|SIDOARJO – Proyek pembangunan Flyover JPL 64 Krian dan Flyover JPL 79 Tarik dijadwalkan baru akan selesai pada akhir 2023 nanti. Dua proyek pembangunan flyover di Sidoarjo itu berjalan beriringan. 

Artinya, warga yang sehari-hari merasakan macet ketika melintas di sekitaran proyek pembangunan flyover itu harus bersabar sampai akhir tahun nanti. Setelah itu, jalur langganan macet di dua kawasan itu diyakini bakal terselesaikan. 

Flyover Krian dibangun melintas di atas rel kereta api Km 38+897 lintas Surabaya-Solo mulai Jalan Raya Moh Yamin hingga Jalan Kyai Mojo Krian. 

Saat ini tiang-tiang pancang beton penyangga jembatan sebagian sudah terpasang. Panjang Flyover Krian sendiri 700 meter ditambah 100 meter di masing-masing ujung flyover untuk turunan.

“Pengerjaan proyek Flyover JPL 64 Krian beriringan dengan pembangunan proyek Flyover JPL 79 Kedinding, Kecamatan Tarik. Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim untuk mengurai kemacetan di perlintasan sebidang ruas jalan Krian dan Tarik,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor. 

Untuk mendukung percepatan pembangunan Flyover JPL 64 Krian, menurutnya, Pemkab Sidoarjo telah mengeluarkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 7,5 miliar. 

“Anggaran tersebut dipakai untuk ganti rugi lahan masyarakat yang terkena dampak pembangunan,” ujar Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor. 

Dua proyek tersebut anggarannya bersumber dari APBN melalui Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI. Untuk alokasi anggaran pembangunan Flyover JPL 64 Krian mencapai Rp 167 miliar. Sedangkan untuk Flyover JPL 79 Kedinding Tarik sebesar Rp 60 miliar. 

Bupati Muhdlor berharap, Flyover JPL 64 itu bisa mengurai kemacetan di perempatan ruas Jl Kyai Mojo Krian dan Jl M Yamin, yang selama ini selalu menjadi titik kemacetan. 

Gus Muhdlor berterimakasih kepada warga di sekitar proyek yang ikut mendukung pembangunan perlintasan sebidang itu. Selain itu, dia juga meminta maaf karena proyek tersebut berimbas pada kelancaran aktivitas masyarakat.

“Proyek bisa lancar karena warga sekitar mendukung, sebelumnya kami minta maaf karena selama pengerjaan proyek terjadi pengalihan arus kendaraan dan mobilitas warga sementara sedikit terganggu,” ujarnya. 

Setelah proyek selesai dan flyover bisa dilintasi, tentu semua akan menjadi senang. Karena persoalan macet di dua lokasi itu bakal terurai. (ufi)


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.