NUSADAILY.COM – MUNICH – Seorang gadis berusia 16 tahun tewas tenggelam di Danau Ammer, Bayern, Jerman. Gadis itu terjatuh dari papan dayung berdiri di air yang dalam pada Jumat malam. Layanan penyelam khusus menemukan jasad korban pada Minggu sore.

– Advertisement –

Sebuah kepastian yang menyedihkan bahwa seorang gadis yang terjatuh ke air dari papan dayung berdiri dan tenggelam.

Tanpa tali pengaman dan tanpa jaket pelampung, gadis berusia 16 tahun dan saudara perempuannya yang berusia 15 tahun, berasal dari Buchloe (distrik Ostallgäu). Pada Jumat malam skitar pukul 6 waktu setempat jatuh dari papan ke air, keduanya sama-sama tidak bisa berenang.

Pendayung berdiri lainnya awalnya mengira gadis-gadis itu saling memercikkan air untuk bersenang-senang. Sampai akhirnya ada orang yang menyadari bahwa gadis berusia 16 tahun itu sedang berjuang untuk bertahan hidup di air.

Orang tersebut melompat ke air dan mendorong papannya dengan kuat ke arah gadis-gadis itu untuk mereka pegang. Papan mereka sudah tidak di sana terbawa arus kecil danau.

Sementara gadis berusia 15 tahun itu berhasil bertahan, bantuan untuk gadis berusia 16 tahun datang terlambat.

BACA JUGA: Kebakaran Apartemen di Jerman, Seorang Wanita dan Anjingnya Tewas

BACA JUGA: Duh! Jerman Masih Catat Ratusan Kematian Akibat Covid-19 Setiap Hari

Pencarian gadis yang tengelam segera dimulai. Layanan penyelamatan air di Eiching, Buch, Dießen dan Utting berada di lokasi dengan kapal pertama beberapa menit kemudian, lapor Maurizio Kaiser, kepala operasi layanan penyelamatan air di distrik Landsberg.

Penyelam dari Grafrath, Schondorf, Seefeld, Fürstenfeldburg dan dari Tutzing dan Possenhofen tiba di lokasi dan melakukan pencarian lebih lanjut.

Pada saat yang sama, dua helikopter beraksi melakukan pencarian. Selain itu, drone dari DLRG Pöcking-Starnberg, dan perangkat sonar dari layanan penyelamatan air Buch digunakan.

Secara total, menurut Kaiser, sekitar 70 petugas penyelamat dari polisi bertugas di sana. Mereka dikoordinasikan oleh empat manajer operasi di bidang udara, kapal, dan penyelam.

Hasil nihil, pada hari Sabtu juga tanpa keberhasilan, dengan cuaca yang gelam dan air keruh karena badai yang medekat, pencarian harus dihentikan. Drone bawah sir dan sonar juga tidak bisa mebuahkan hasil pada hari itu. Pada hari Minggu, penyelam khusus dikerahkan.

Pada hari minggu, tim penyelamat di darat menunggu tanggapan dari dinas penyelam. Dan orang tua korban sedang menunggu bersama mereka di pantai, ditemani tim intervensi krisis.

“Mereka putus asa atas kecelakaan yang menimpa anak mereka pada hari Jumat lalu,” kata Kaiser. Jasad berhasil ditemukan sekitar tengah hari dan ketakukan menjadi kepastian yang menyedihkan bagi keluarga korban. Polisi mengambil alih penyelidikan. (jrm1/lna)


Artikel ini bersumber dari nusadaily.com.