Jakarta: Kondisi pasokan gas Eropa punya pengaruh besar dalam menentukan fluktuasi besaran Harga Batu bara Acuan (HBA). HBA November 2022 tercatat mengalami penurunan sebesar USD22,77 per ton atau 7,39 persen dibanding HBA Oktober ke angka USD308,2 per ton.
 
“Meningkatnya pasokan gas di Eropa membuat harga gas melandai, kondisi ini berdampak juga pada harga batu bara yang ikut merosot,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dilansir dari laman Kementerian ESDM, Minggu, 6 November 2022.
 
Faktor lain yang turut memengaruhi penurunan HBA adalah produksi batu bara Tiongkok serta kondisi perekonomiannya. 
 
“Selain itu, peningkatan produksi batubara dan perlambatan ekonomi Tiongkok turut menjadi salah satu penyebab menurunnya harga batu bara secara global,” ungkap Agung.
 
Pergerakan HBA sejak awal 2022 sempat menyentuh nilai tertinggi pada Oktober, yaitu USD330,97 per ton. Faktor kondisi geopolitik Eropa imbas konflik Rusia-Ukraina yang menyebabkan fluktuasi harga gas Eropa menjadi faktor pengerek utama. 
 

Di sisi lain, produksi batu bara Tiongkok yang mengalami peningkatan namun perlambatan perekonomiannya menjadi faktor lain menurunnya HBA bulan ini.
 
Seperti diketahui, terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, supply dan demand. Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.
 
Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.
 
Adapun, HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulphur 0,8 persen, dan Ash 15 persen. 
 
Nantinya, harga ini akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batu bara (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 

(ANN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.