Harga solar 2022 selalu jadi topik hangat di kalangan pemilik kendaraan diesel. Pasalnya bahan bakar inilah yang paling pas untuk kendaraan dengan mesin diesel putaran tinggi (di atas 1000 rpm).

Harga solar di SPBU pun sering berubah tergantung peraturan pemerintah, terutama soal solar bersubsidi untuk kendaraan tertentu. 

Selain itu, harga solar juga berbeda-beda di setiap provinsi, lho! Maka dari itu penting bagi kamu pemilik kendaraan mesin diesel untuk mengetahui harga solar terbaru agar bisa merencanakan pengeluaran bahan bakar yang lebih terkontrol.

Penyedia bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tak hanya dipegang oleh Pertamina sebagai BUMN utama yang memasok bahan bakar di seluruh Indonesia mulai dari Solar hingga Pertamax. Ada perusahaan asing seperti Shell, Petronas dan juga Total Oil yang turut meramaikan bisnis SPBU di Indonesia.

Lalu, berapa harga solar terbaru di berbagai pom atau SPBU yang ada di Indonesia? Berikut penjelasan lengkapnya untuk kamu!

Fungsi bahan bakar solar

Solah adalah bahan bakar diesel yang punya angka cetane (CN) 48 dan termasuk yang terendah dibanding nilai  cetane bahan bakar jenis lainnya. Sebagai informasi, cetane adalah angka untuk menunjukkan kualitas bahan bakar solar sementara nilai oktan bahan bakar dipakai untuk bensin. 

Kandungan sulfur solar adalah 2500 ppm dan solar biasanya digunakan pada kendaraan keluaran lama seperti bus dalam dan luar kota, angkutan umum (angkot), dan juga kapal nelayan. Solar pun cocok untuk semua mesin diesel dengan putaran tinggi di atas 1000 rpm.

Karena kandungan sulfurnya tinggi, solar tidak disarankan untuk mobil penumpang keluaran terbaru. Ada Pertamina DEx atau Dexlite yang merupakan produk terbaru Pertamina untuk mesin diesel dengan CN 51 dan dilengkapi zat aditif untuk melindungi mesin kendaraan, beda dengan solar biasa.

Harga solar di Pertamina

Mengetahui harga solar bersubsidi per liter sangat penting bagi penyedia jasa angkutan umum, nelayan, maupun pengguna mesin diesel lainnya. Hal ini untuk mempertimbangkan biaya operasional.

Sebagai BUMN yang secara nasional memasok bahan bakar, harga solar subsidi di Pertamina dipatok Rp 5.150 per liter sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Sementara Premium harganya Rp 6.450 per liter sudah termasuk PPN dan PBBKB.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 125.K/ HK.02/ MEM.M/ 2021 tentang Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan.

Untuk harga BBM Pertamina lainnya, Per 1 April 2022, terjadi kenaikan harga BBM sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Untuk harga pertalite sendiri cenderung mengalami penurunan dan stabil yakni di harga Rp7.650, sedangkan untuk harga pertamax dan dexlite mengalami kenaikan.

Dikutip dari website resmi Pertamina, berikut harga BBM per liter terbaru di SPBU Pertamina, termasuk solar non-subsidi, di setiap provinsi per April 2022.

Temukan pilihan perlindungan finansial dari asuransi mobil supaya kamu tidak perlu lagi khawatir dengan mahalnya biaya perawatan dan perbaikan kerusakan mobil di bengkel. Dengan jaminan finansial dari asuransi mobil, dana tabungan dan investasimu jadi aman.

1. Aceh

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700
  • Solar Non-Subsidi Rp11.150

2. Sumatera Utara

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

3. Sumatera Barat

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

4. Riau

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp13.000
  • Pertamax Turbo Rp15.100
  • Dexlite Rp13.550
  • Pertamina Dex Rp14.300

5. Kepulauan Riau

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp13.000
  • Pertamax Turbo Rp15.100
  • Dexlite Rp13.550
  • Pertamina Dex Rp14.300

6. Kodya Batam (FTZ)

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp13.000
  • Pertamax Turbo Rp15.100
  • Dexlite Rp13.550
  • Pertamina Dex Rp14.300

7. Jambi

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

8. Bengkulu

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp13.000
  • Pertamax Turbo Rp15.100
  • Dexlite Rp13.550
  • Pertamina Dex Rp14.300

9. Sumatera Selatan

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

10. Bangka Belitung

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp12.200
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

11. Lampung

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

12. DKI Jakarta

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700

13. Banten

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700

14. Jawa Barat

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700

15. Jawa Tengah

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700

16. DI Yogyakarta

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700

17. Jawa Timur

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700

18. Bali

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700

19. Kalimantan Barat

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

20. Kalimantan Tengah

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

21. Kalimantan Selatan

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

22. Kalimantan Timur

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

23. Kalimantan Utara

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

24. Sulawesi Utara

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

25. Gorontalo

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

26. Sulawesi Tengah

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

27. Sulawesi Tenggara

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

28. Sulawesi Selatan

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

29. Sulawesi Barat

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp14.800
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

30. Nusa Tenggara Barat

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700
  • Solar Non-Subsidi Rp9.400

31. Nusa Tenggara Timur

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.500
  • Pertamax Turbo Rp14.500
  • Dexlite Rp12.950
  • Pertamina Dex Rp13.700
  • Solar Non-Subsidi Rp9.400

32. Maluku

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Dexlite Rp13.250

33. Maluku Utara

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Dexlite Rp13.250

34. Papua

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Pertamax Turbo Rp12.200
  • Dexlite Rp13.250

35. Papua Barat

  • Pertalite Rp7.650
  • Pertamax Rp12.750
  • Dexlite Rp13.250
  • Pertamina Dex Rp14.000

Harga solar di Shell

Selain Pertamina yang merupakan perusahaan nasional, ada juga perusahaan asing yang menawarkan bahan bakar umum di Indonesia. Meski jumlah SPBU Shell masih melayani daerah terbatas, namun banyak juga pengguna setia BBM yang satu ini.

Shell adalah perusahaan minyak dan gas multinasional yang memiliki kantor pusat di Belanda dan didaftarkan di Inggris. Jika SPBU Pertamina identik dengan warna merah, maka SPBU Shell hadir dengan warna kuning yang ceria.

Saat ini SPBU Shell ada di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Shell pun menjual solar namun dengan penamaan lain, yaitu Shell V-Power Diesel (untuk wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat) dengan CN 51 yang lebih tinggi dari solar Pertamina dan Shell Diesel Extra (untuk wilayah Sumatera Utara).

Dikutip dari website resmi Shell, harga BBM Shell untuk semua jenis, termasuk untuk mesin diesel, per 1 Januari 2022 adalah sebagai berikut.

Jakarta

  • Shell Super Rp15.850
  • Shell V-Power Rp16.750
  • Shell V-Power Diesel Rp18.100
  • Shell Diesel Extra N/A
  • Shell V-power Nitro+ Rp17.750

Banten

  • Shell Super Rp15.850
  • Shell V-Power Rp16.750
  • Shell V-Power Diesel Rp18.100
  • Shell Diesel Extra N/A
  • Shell V-power Nitro+ Rp17.750

Jawa Barat

  • Shell Super Rp15.850
  • Shell V-Power Rp16.750
  • Shell V-Power Diesel Rp18.100
  • Shell Diesel Extra N/A
  • Shell V-power Nitro+ Rp17.750

Jawa Timur

  • Shell Super Rp15.850
  • Shell V-Power Rp16.750
  • Shell V-Power Diesel N/A
  • Shell Diesel Extra Rp17.500
  • Shell V-power Nitro+ N/A

Sumatera Utara

  • Shell Super Rp15.850
  • Shell V-Power Rp16.750
  • Shell V-Power Diesel N/A
  • Shell Diesel Extra Rp17.500
  • Shell V-power Nitro+ Rp11.150

Harga solar di Petronas

Tak hanya Pertamina sebagai perusahaan dalam negeri, perusahaan minyak dan gas dari luar negeri pun banyak yang mencoba peruntungan bisnis BBM ritel di Indonesia. Termasuk Petronas asal Malaysia.

Namun sejak akhir Agustus 2012 Petronas sudah menutup belasan pom bensinnya di Indonesia. Dulunya Petronas punya 19 SPBU yang tersebar di Jakarta dan Medan. Lalu setelah menyatakan menutup pom bensinnya di Indonesia, 9 SPBU eks Petronas diakuisisi oleh Pertamina.

Dikutip dari laman Detik.com, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM yang kala itu dijabat oleh Umi Asngadah menyebutkan alasan SPBU Petronas tutup di Indonesia adalah penjualan yang terlalu kecil dan kalah saing dari SPBU lainnya sehingga biaya operasi tak tertutupi.

Harga solar di Total Oil

Total Oil yang merupakan perusahaan ritel bidang hilir minyak dan gas bumi, termasuk pelumas otomotif asal Prancis juga pernah memiliki SPBU di Indonesia. 

Perusahaan ini awalnya masuk ke Indonesia di bisnis pelumas dengan merek Total dan Elf pada 2003. Baru di 2019 perusahaan ini memasuki bisnis penjualan BBM.

Namun ternyata semua pom bensin Total di Indonesia sudah ditutup sejak akhir 2020 lalu. Dulunya, ada 18 SPBU Total yang beroperasi di Pulau jawa, yaitu di Jakarta, Depok, Bogot, Bekasi, Tangerang dan Bandung. Penutupan ini disebut selaras dengan strategi Total secara global dalam hal manajemen portofolio mereka. Meski tak lagi terjun di bisnis bahan bakar, Total Oil Indonesia tetap menyediakan produk pelumas dan specialty lainnya.

Dikutip dari laman CNBC Indonesia, direktur BBM BPH Migas, patuan Alfon Simanjuntak mengungkapkan jika alasan pom bensin total tutup adalah karena volume penjualan yang tidak terlalu besar sehingga keuntungannya tidak menutupi biaya operasional.

Solar bersubsidi tidak untuk semua kendaraan

Sebagai jenis BBM yang disubsidi oleh negara, penggunaan solar bersubsidi dari Pertamina pun sudah ada aturannya. Tidak semua mobil kendaraan berhak menggunakan solar bersubsidi.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, berikut adalah peruntukan solar subsidi yang harus kamu ketahui:

  • Untuk sektor transportasi darat, produk solar subsidi dikhususkan untuk transportasi orang atau barang pelat hitam dan kuning (kecuali mobil pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam). Termasuk juga ambulans, mobil pengangkut jenazah, mobil pemadam kebakaran, mobil pengangkut sampah, dan kereta api umum penumpang dan barang berdasarkan kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
  • Untuk sektor transportasi laut, solar subsidi diperuntukkan bagi transportasi air yang menggunakan motor tempel dengan verifikasi dan rekomendasi instansi terkait. Solar bersubsidi juga untuk transportasi laut berupa angkutan umum atau penumpang, sungai, danau, penyeberangan dan kapal pelayaran rakyat/perintis berdasarkan kuota yang ditetapkan BPH Migas.
  • Solar subsidi juga bisa untuk sektor selain transportasi, namun diperlukan verifikasi dan rekomendasi instansi terkait untuk mesin perkakas usaha mikro, kapal ikan dengan ukuran mesin maksimum 30 GT, pembudidaya ikan skala kecil (kincir), pertanian dengan luas maksimal dua hektar. Mesin yang digunakan di sektor peternakan, proses pembakaran dan/atau penerangan di krematorium dan tempat ibadah, penerangan di panti asuhan dan panti jompo serta penerangan untuk rumah sakit tipe C, D dan puskesmas juga dapat menggunakan solar bersubsidi.

Konsumen kendaraan bermotor untuk transportasi darat juga bisa membeli solar bersubsidi berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020 yang mengatur pengendalian penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu oleh Badan Usaha Pelaksana Penugasan pada konsumen pengguna transportasi kendaraan bermotor untuk angkutan orang atau barang

Syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Maksimal mengisi 60 liter per hari per kendaraan roda empat perseorangan
  • Maksimal mengisi 80 liter per hari per kendaraan untuk kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda empat
  • Maksimal mengisi 200 liter per hari per kendaraan untuk kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda enam atau lebih

Namun pengguna mobil diesel yang harganya tergolong mahal dan keluaran terbaru, seperti Fortuner, Pajero Sport, Kijang Innova dan lainnya disarankan untuk memakai BBM non subsidi seperti Dex Series dari Pertamina.

Simak pula ulasan mengenai harga BBM terbaru di artikel Lifepal lainnya!

Miliki asuransi mobil untuk mengurangi beban finansialmu

Meskipun harga solar sudah disubsidi oleh pemerintah, namun pengeluaran untuk membeli solar tetap tidak sedikit. 

Agar finansial kamu tidak terbebani dengan biaya bahan bakar serta perbaikan mobil, sebaiknya segera miliki asuransi mobil

Dengan memiliki asuransi mobil, beban finansial kamu jadi lebih ringan. Sebab, biaya kerusakan mobil akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Kamu bisa beli asuransi mobil secara online di Lifepal dan dapatkan diskon hingga 25%! Cek besaran premi asuransi mobil di sini. 

FAQ seputar harga solar

Per 1 januari 2022, harga solar bersubsidi sesuai aturan pemerintah adalah Rp 5.150 per liter.

Tentu saja bisa karena Pertamina selaku penjual solar mendapatkan subsidi dari pemerintah yang dalam penyalurannya diawasi oleh BPH Migas. Harga solar pun bisa berubah sesuai dinamika harga minyak dunia dan kebutuhan dalam negeri.

Untuk hal ini harus disesuaikan dengan peraturan yang ada ya. Karena sejatinya BBM bersubsidi adalah untuk pengguna mesin diesel pada kendaraan umum. Malu dong kalau kamu punya mobil Fortuner yang harganya bisa mencapai Rp500 juta tapi bahan bakarnya pakai solar bersubsidi.

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.