Ekonomi

Bangkit Dahsyat, No 636 Dunia Jadi Penentu Kemenangan Indonesia

Bangkit Dahsyat, No 636 Dunia Jadi Penentu Kemenangan Indonesia

JawaPos.com-Syabda Perkasa Belawa belum pernah turun berlaga pada ajang apapun sepanjang 2022. Tunggal putra berusia 20 tahun itu akhirnya menjalani debut pada turnamen beregu putra paling bergengsi di dunia, Piala Thomas.

Namun, pemain berperingkat 636 dunia tersebut tiba-tiba hadir untuk menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Korea Selatan pada laga terakhir Grup A.

Syabda yang diturunkan di partai kelima, berhasil mengandaskan tunggal ketiga Korea Selatan Lee Yun-gyu dalam rubber game dengan skor 21-14, 11-21, dan 21-16. Dalam laga di Impact Arena, Bangkok itu, Syabda memungkasi pertandingan dalam tempo 1 jam dan 8 menit.

Syabda sendiri memulai debutnya pada Thomas Cup 2022 karena tim Indonesia memutuskan untuk tidak memainkan tunggal kedua Jonatan Christie. Tunggal pertama Indonesia tetap dipegang oleh Anthony Sinisuka Ginting.

Namun, Shesar Hiren Rhustavito naik menjadi tunggal kedua. Nah, akhirnya, Syabda dipasang sebagai tunggal ketiga.

Pada game pertama, Syabda bermain luar biasa. Awalnya dia tertinggal 6-10. Namun, Syabda bisa mencetak 11 angka beruntun untuk langsung memimpin 17-10. Setelah itu, Syabda tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunci game pertama dengan skor 21-14.

Di game kedua, Syabda sempat memimpin 3-0. Namun setelah itu, dia banyak terdominasi dan kerap melakukan kesalahan sendiri. Hasilnya, Syabda selalu tertinggal dalam perolehan angka dan akhirnya kehilangan game kedua dengan skor telak 11-21.

Nah, di game ketiga, Syabda melakukan kebangkitan luar biasa. Dia awalnya tertinggal 7-12. Namun, dia berhasil bangkit, mencetak sembilan angka beruntun untuk memimpin 16-12. Setelah itu, Syabda menjaga momentum dan menang dengan skor 21-16.

“Senang dan bersyukur saya bisa menang dan bisa menyumbangkan angka penentu kemenangan Indonesia atas Korea. Pertandingan tadi ada tegang dan ada pressure. Karena saya tampil pertama kali di ajang besar seperti Piala Thomas. Juga tampil di partai penentuan lagi,” kata Syabda dikutip dari siaran pers PP PBSI.

“Saat tertinggal 6-11 pada game ketiga, saya hanya berpikir, seandainya kalah ya sudah kalah. Tetapi saya bertekad saya tidak mau menyerah begitu saja di tengah lapangan. Saya terus berusaha saja.”

“Saya nekat, ke mana bola saya kejar. Saya terus menekan dan menyerang dan tidak mikir tenaga akan terkuras. Saya bertarung all out,” kata Syabda lagi.

Yang membikin Syabda semakin bersemangat adalah senior-senior sekaligus idola-idolanya terus mendukung dari pinggir lapangan. Bagi Syabda, dukungan itu luar biasa dan membuatnya tidak mau menyerah.

“Saya lihat Koh Hendra, Mas Kevin, Babah Ahsan, dan lain-lain, berteriak dari pinggir lapangan mendukung saya, saya pun terus fight. Saya tidak mikir apa-apa, pokoknya berjuang terus dan tidak ragu-ragu seperti game kedua yang membuat saya kalah,” ucap Syabda.

Indonesia sendiri bangkit secara luar biasa untuk finis sebagai juara Grup A Piala Thomas 2022.

Indonesia awalnya berada dalam posisi kritis karena tertinggal 0-2. Ini setelah tunggal pertama Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dan ganda dadakan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo kalah.

Untung dalam tiga partai terakhir, Indonesia berhasil bangkit. Dimulai dari kemenangan Shesar Hiren Rhustavito, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan ditutup dengan penampilan hebat Syabda pada partai kelima.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top