Ekonomi

Ini Gejala Hepatitis Akut pada Anak Menurut Dokter RSPI

Gejala awal hepatitis yakni nyeri perut hingga diare. (ilustrasi)

Penanganan segera pada penderita diharapkan bisa mencegah kefatalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Titi Sundari mengimbau orang tua bisa mengenali gejala hepatitis akut misterius sejak dini. Penanganan segera pada penderita diharapkan bisa mencegah kefatalan. 


“Kalau misalnya pada putra-putri, anak bawah 5 tahun atau anak di bawah usia 16 tahun memiliki keluhan seperti mual, muntah, nyeri perut, diare, hingga demam yang hilang timbul maka harus diwaspadai,” ujarnya saat berbicara di konferensi virtual, Rabu (11/5/2022).


Titi meminta para orang tua berhati-hati karena keluhan ini biasanya gejala awal hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Kemudian, dia menambahkan, jika penderita sudah memasuki fase lanjut maka penderita akan mengalami gejala kuning, air kencing berubah jadi seperti warna teh, atau bahkan tinjanya berwarna putih.


Pada tingkat lanjut, penderita bisa mengalami kejang dan sangat lemas kondisi fisiknya hingga menurun kesadarannya. Ia mewanti-wanti orang tua harus hati-hati dan segera membawa anak ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) saat terjadinya gejala awal.


“Yang penting yang harus diperhatikan adalah kenali gejalanya sejak dini. Jangan membawa anak dalam kondisi tidak sadar, kesadaran menurun, kejang, atau dalam kondisi dalam sangat lemas karena artinya kondisinya sudah fatal,” katanya.


Ia menambahkan, pentingnya mengenali gejala hepatitis akut misterius sejak dini supaya bisa segera dilakukan perawatan medis. Kemudian, kalau kasus hepatitis akut misterius ditemukan sejak dini dan dilakukan perawatan ternyata banyak pasien yang bertahan hidup. 


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia hingga Rabu (11/5/2022) mencatat 15 kasus menunjukkan gejala klinis penyakit hepatitis akut misterius. Sementara itu, 11 sampel lainnya masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.


Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, sejak organisasi kesehatan dunia PBB (WHO) memberikan instruksi supaya waspada terhadap hepatitis akut misterius, Kemenkes memberikan pengumuman kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) tingkat provinsi dan kota/kabupaten.


“Kami (Kemenkes) mengirimkan surat kewaspadaan. Kemudian kami juga memverifikasi ada 15 kasus dengan gejala klinis dan pemeriksaan yang mengarah pada kasus hepatitis akut misterius,” katanya saat berbicara di konferensi virtual, Rabu (11/5/2022).


 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top