Ekonomi

Mengenal Batik Ecoprint, Andalan Kota Cirebon di Lomba Dekranasda

Mengenal Batik Ecoprint, Andalan Kota Cirebon di Lomba Dekranasda
Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon. (Lilis Sri Handayani)
Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon. (Lilis Sri Handayani)

CIREBON — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) tingkat Provinsi Jabar sedang melaksanakan lomba. Dalam lomba itu, kota dan kabupaten di Jabar diminta untuk membuat video pendek mempromosikan pariwisata dan produk unggulan daerahnya masing-masing.

Pemkot Cirebon pun ambil bagian dalam lomba tersebut. Untuk wisata, Kota Cirebon mengandalkan Keraton Kasepuhan, Balai Kota Cirebon, dan Pantai Kejawanan.

Sedangkan untuk produk unggulan, Kota Cirebon menjadikan produk batik ecoprint sebagai andalan dalam lomba tersebut.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Seperti diketahui, ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan print yang berarti cetak.

Batik ecoprint dibuat dengan cara mereplika tumbuhan ke dalam kain untuk menciptakan warna dan motif yang menarik. Bagian tumbuhan yang digunakan untuk batik ini pun beragam, bisa daun, bunga, batang, ranting, serta bagian tanaman lainnya.

‘’Batik ecoprint dari Kota Cirebon memiliki keunikan tersendiri,’’ kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, kemarin.

Adapun keunikan itu di antaranya, motifnya yang masih mengandung unsur mega mendung serta beberapa bahan yang terbuat dari daun jati. Digunakannya daun jati dalam batik ecoprint sekaligus sebagai pesan moral dan dan promosi bahwa daun jati merupakan pembungkus nasi jamblang, kuliner khas Cirebon.

‘’Batik ini ramah lingkungan,’’ tukas Iing.

Batik ecoprint dibuat oleh warga Kota Cirebon sekitar dua tahun yang lalu. Pandemi Covid-19, lanjut Iing, tidak menyurutkan kreativitas. Bahkan seorang ibu rumah tangga bisa membuat batik ecoprint yang memiliki peluang yang bagus.

Sebenarnya, lanjut Iing, Kota Cirebon juga sudah memiliki batik story kriyan yang menggunakan pewarna alam yang juga ramah lingkungan. Namun batik tersebut sudah pernah ditampilkan di depan Gubernur Jawa Barat.

Hingga akhirnya tahun ini dipilih batik ecoprint untuk ikut serta dalam ajang promosi wisata dan produk unggulan ramah lingkungan untuk lomba antar Dekranasda Provinsi Jabar. (Lilis Sri Handayani)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top