Ekonomi

Pakai Alat Pacu Jantung? Jangan Simpan Ponsel di Sisi Saku Baju yang Salah

Penguna ponsel (Ilustrasi). Menempatkan ponsel di sisi saku baju yang salah dapat mengganggu alat pacu jantung.

Ponsel dapat mengganggu kelistrikan alat pacu jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekitar 50 ribu orang dipasangi alat pacu jantung setiap tahun di Inggris. Perangkat membantu merangsang jantung untuk berdetak pada kecepatan atau ritme yang benar.

Orang mungkin memiliki masalah jantung jika memiliki detak jantung lambat atau cepat yang tidak normal atau jika mereka sebelumnya menderita serangan jantung. Kini, sebuah studi oleh para ahli Swiss telah menemukan bahwa produk Apple dan Microsoft tertentu dapat mengganggu perangkat pacu jantung.


Bahkan, gangguan bisa terjadi hanya dari jarak beberapa sentimeter. Artinya, Anda berisiko mengganggu aliran kelistrikan alat pacu jantung jika membawa ponsel di saku baju yang salah.

Para ahli di University of Basel dan University of Applied Sciences and Arts Northwestern meninjau iPhone 12 Pro Max dan casing pengisi daya Apple AirPods. Mereka juga menguji Apple Pencil 2nd Gen dan Microsoft Surface Pen.


Petugas medis menempatkan perangkat pada jarak yang berbeda dari generator detak sampai mereka dinonaktifkan. Menulis dalam Journal Circulation: Arrhythmia And Electrophysiology, para ahli mengatakan pasien harus waspada terhadap risikonya.

“Jika Anda memiliki riwayat takikardia, detak jantung yang cepat, dan memakai defibrillator kardioverter tanam (ICD), membawa perangkat elektronik portabel dekat dengan dada dapat membuat magnet yang kuat pada perangkat ini menonaktifkan defibrilator kardioverter Anda,” jelas peneliti dr Corentin Fery, seperti dilansir dari laman The Sun, Rabu (11/5/2022).

Dr Fery mengingatkan bahwa pasien jantung harus mewaspadai risiko ini. Dokter juga harus memberi tahu untuk berhati-hati dengan perangkat elektronik bermagnet ini.


“Gawai dapat menyebabkan masalah ketika dibawa di saku baju atau jaket di depan dada serta ketika Anda berbaring di sofa dan meletakkan perangkat elektronik di dada Anda, atau jika Anda tertidur dengan perangkat elektronik.”

Dr Fery menjelaskan, hal utama yang harus diingat adalah bahwa perangkat elektronik apa pun dapat berbahaya, terutama yang memiliki magnet di dalamnya. Penting untuk dicatat bahwa jutaan orang Inggris membeli dan menggunakan iPhone setiap tahun, dengan angka untuk 2020 menunjukkan bahwa hampir 50 persen orang memiliki iPhone.

Sejak diluncurkan pada tahun 2013, jutaan pena Microsoft Surface juga telah terjual. Pakar lain mengatakan bahwa magnet ini digunakan di lebih banyak perangkat, sehingga risiko untuk pasien jantung lebih besar. Dr Sven Kect, insinyur penelitian di University of Basel, Swiss mengatakan bahwa langkah selanjutnya adalah menguji perangkat implan pada pasien.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top