Ekonomi

Sebut Ada Kesalahan Sistem, Tracing 0, Surabaya Masuk PPKM Level 2

Sebut Ada Kesalahan Sistem, Tracing 0, Surabaya Masuk PPKM Level 2

JawaPos.com–Situasi Covid-19 di Kota Surabaya ditetapkan PPKM level 2 berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2022, berlaku hingga 23 Mei. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tracing di Kota Surabaya 0 dan ada 32 pasien Covid-19. Namun secara data dan faktual, PPKM di Kota Surabaya sebenarnya berada pada level 1.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan, ada kesalahan dalam sistem pada aplikasi asesmen situasi Covid-19 vaksin.kemenkes.go.id yang menjadi indikator penetapan PPKM pada Inmendagri. Kesalahan sistem itu terjadi pada 29 April–7 Mei atau saat libur dan cuti Lebaran.

”Kita setiap hari lakukan pemantauan situasi Covid-19 pada aplikasi kementerian kesehatan (kemenkes). Terakhir pada 28 April masih bisa melihat Surabaya level 1. Nah, 29 April, posisi aplikasi kosong sampai 7 Mei,” kata Nanik Sukristina saat konferensi pers di Kantor Eks Humas Pemkot Surabaya, Kamis (12/5).

Nanik menyebut, sepanjang libur dan cuti Lebaran sampai 7 Mei, aplikasi indikator PPKM kemenkes tidak dapat diakses. Karena itu, indikator situasi Covid-19 Surabaya masih menggunakan data 28 April. Aplikasi kemenkes baru dapat diakses kembali pada 8 Mei dengan posisi Kota Surabaya level 2.

”Saat itu asesmen situasi Covid-19 Surabaya level 2, karena ada satu indikator yang kurang memadai di antara 8 indikator PPKM, yaitu ratio tracing 1:0. Yang paling mengagetkan posisi tracing kita saat itu nol. Padahal, kondisi Surabaya di aplikasi Silacak menunjukkan ratio tracing melebihi target 1:15,” ungkap Nanik.

Dinkes Surabaya segera melakukan konfirmasi ke Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes terkait ratio tracing pada aplikasi indikator PPKM kemenkes. Pasalnya, aplikasi Silacak milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terkoneksi dengan kemenkes sudah melebihi target.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top