Ekonomi

Tiongkok Dibayangi Risiko Jutaan Kematian Akibat Covid-19

Tiongkok Dibayangi Risiko Jutaan Kematian Akibat Covid-19

JawaPos.com – Pemerintah Tiongkok ibarat makan buah simalakama. Sorotan datang dari berbagai pihak ketika mereka menerapkan kebijakan nol kasus Covid-19 dan lockdown ketat. Namun, jika kebijakan itu dicabut, diperkirakan terjadi tsunami penularan virus SARS-CoV-2. Itu berisiko membuat jutaan penduduk meninggal dunia.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian Fudan University, Shanghai, yang diterbitkan dalam jurnal Nature. Disebutkan, jika Tiongkok membuka diri seperti negara lain, diperkirakan ada 112 juta kasus Covid-19 bergejala, 5 juta warga dirawat di rumah sakit (RS), dan 1,55 juta kematian. Itu terjadi karena angka vaksinasi pada lansia di Negeri Tirai Bambu tersebut masih rendah.

”Kami menemukan bahwa tingkat kekebalan karena kampanye vaksinasi pada Maret 2022 tidak akan cukup untuk mencegah gelombang Omicron,” bunyi penggalan penelitian tersebut. Jika kebijakan saat ini dicabut, RS bisa kewalahan. Permintaan perawatan ICU diprediksi naik 15,6 kali lipat.

Namun, para pengamat memiliki pendapat berbeda. Mereka menilai pihak berwenang telah terpojok dan tidak mau mengakui kegagalan kebijakan nol kasus tersebut. Sejatinya angka penularan secara nasional sudah turun, tapi kasusnya masih tersebar di beberapa provinsi. Rabu (11/5) ada 1.905 kasus baru dan 302 di antaranya tanpa gejala. Sebagian besar ditemukan di Shanghai. Kota tersebut sudah dikuntara selama tujuh pekan.

Pemerintah pun menerapkan aturan yang lebih ketat di Shanghai. Akses ke RS dibatasi. Jika ada kasus darurat, harus mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang lebih dulu. Layanan pengiriman makanan dilarang beroperasi. Tetangga dan orang yang tinggal dekat dengan pasien yang tertular Covid-19 akan dibawa ke fasilitas karantina. Sebagai contoh, jika ada satu orang tertular di sebuah apartemen, semua yang selantai atau bahkan satu gedung akan dibawa ke fasilitas karantina meski hasil tes mereka negatif Covid-19.

Aturan di Shanghai itu berbeda dengan pengumuman pemerintah beberapa hari sebelumnya. Mereka mengeluarkan pedoman karantina di rumah. Yaitu, kediaman mereka harus memiliki ventilasi yang bagus serta drainase yang tidak bakal mencemari rumah tangga lain. Persyaratan lainnya adalah kamar mandi dan kamar tidur harus terpisah serta memiliki kemampuan merawat diri sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top