Gedung Hutama Karya

PT Hutama Karya (Persero) optimistis merampungkan sejumlah projek gedung yang sedang berjalan dan telah menandatangani beberapa projek baru. Di tahun 2023 beberapa kontrak baru ditargetkan senilai Rp 3,621 triliun dengan rincian 10 Projek non KSO dan 4 Projek KSO.

Gunadi, Direktur Operasi II Hutama Karya mengungkapkan, “Kami sudah membidik dan mempersiapkan tender-tender projek seperti beberapa rumah sakit, universitas, gedung perkantoran hingga stadion olahraga.”

Selain projek tersebut, pihaknya pun membidik beberapa projek baru di Ibu Kota Nusantara (IKN) yaitu pembangunan Istana Wakil Presiden dan pembangunan rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) IKN.

“Kami terus melakukan koordinasi aktif dengan beberapa konsultan perencana serta berkomunikasi dengan kementerian PUPR tentang paket-paket yang disediakan pada tahun 2023,” imbuh Gunadi dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (25/01/2023).

Hutama Karya bukan hanya mengejar target pendapatan, namun juga berkomitmen dalam menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah serta owner dalam memperhatikan dan mengutamakan aspek keselamatan dan lingkungan.

“Kami akan mengoptimalkan sumber daya yang terbaik dalam menyelesaikan proyek. Hutama Karya yakin dapat memberikan pekerjaan dengan mutu yang baik serta waktu yang sesuai yang tertuang dalam kontrak. Sehingga harapannya di tahun ini projek gedung dapat berkontribusi optimal terhadap pendapatan perusahaan,”terangnya.

Selain projek baru, perseroan akan menyelesaikan enam projek gedung per akhir tahun 2023 ini. Gunadi mengungkapkan, sebagian besar dari projek-projek tersebut rencananya akan selesai pada Semester II 2023. Enam projek gedung yang tuntas dibangun adalah Gedung Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe dan Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung.

Selain itu, Geodiversitas LIPI di Kebumen, RS Ibu & Anak Sanglah II di Bali, RS Ibu & Anak Sardjito Yogyakarta, hingga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Toba di Sumatera Utara. “Target kami bukan hanya selesai tepat waktu saja, namun juga memberikan delivery dengan kualitas yang terbaik,” ujar Gunadi.

Dari sekian projek tersebut, salah satu yang memiliki progres paling signifikan saat ini adalah Gedung Kampus Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe di Aceh. Projek yang dimulai sejak Agustus 2021 ini sudah memiliki progres 40 persen, dimana saat ini sedang dilakukan pengerjaan struktur baja rangka atap dan penyelesaian arsitek. Lingkup pekerjaan Gedung Kampus Universitas Malikussaleh meliputi arsitektur, mekanikal, engineering, plumbing, serta site development. Projek ini ditargetkan rampung pada Agustus 2023.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.