Jakarta: IBF Net meluncurkan Netverse, metaverse pertama pada blockchain Algorand, dan juga merupakan metaverse sesuai syariah pertama pada teknologi blockchain. Netverse diharapkan menjadi kontributor utama dalam pergerakan digitalisasi di dunia Islam.
 
Menurut ahli, teknologi web 3.0 di satu sisi dipengaruhi oleh pemahaman dan pengamatan dari kegiatan interaksi dan transaksi milenial dalam ruang virtual dan digital dalam skenario tersebut. Tren ini juga terlihat di beberapa negara Islam yang menganggap pengembangan ekosistem halal sebagai kebijakan krusial.
 
IBF Net berharap Netverse dapat memanfaatkan tren yang tengah berkembang tersebut. IBF Net turut mengunggulkan sejumlah keunikan Netverse dalam beberapa hal, termasuk kebahagiaan dan interaksi sosial.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Netverse juga diklaim akan berkontribusi pada kebaikan sosial melalui proyek Netversity, menawarkan berbagai macam kursus yang dapat diikuti masyarakat dari berbagai lokasi. IBF Net juga berfokus pada pertumbuhan organik dalam keanggotaan jaringan IBFNex, dengan platform yang dapat diakses dari Netverse.
 
“Jaringan ini telah mengalami pertumbuhan keanggotaan lebih dari 600 persen selama dua tahun terakhir setelah berada di kisaran 5 ribu anggita dalam jangka waktu yang lama dan akan melewati target 50 ribu anggita pada pertengahan tahun 2023,” ujar CEO IBF Net Group Mohammed Alim.
 
Sementara itu, untuk lebih mendemokratisasi upayanya, IBF Net tengah dalam proses membentuk Dewan yang terdiri dari penggerak di dunia akademis, profesional dan cendekiawan syariah dari industri jasa keuangan Islam.
 
Sebagai anggota Dewan, pengguna akan berhak atas sejumlah manfaat eksklusif dan hal istimewa, salah satunya adalah akses penuh secara gratis ke semua sumber daya yang tersedia di platform IBFNex, termasuk di dalam Netverse.
 
Anggota Dewan juga mendapatkan manfaat diskon besar pada layanan berbasis biaya di semua platform IBFNex dan di dalam Netverse, mencakup layanan kebutuhan siswa, peneliti, dan praktisi bisnis dan keuangan Islam.
 
Manfaat lainnya yaitu token data dikreditkan ke dompet anggota Dewan, setiap kali memberikan suara pada keputusan strategis dan kebijakan penting yang mempengaruhi komunitas, termasuk berpartisipasi dalam memilih Komisaris IBF Net.
 
Setelah mencapai target keanggotaan, IBF Net akan memulai proses daring transparan memungkinkan anggota akan memilih perwakilan untuk berbagai panel yang didedikasikan dalam ekosistem IBF.
 
Ekosistem tersebut seperti perbankan komersial, asuransi, perbankan investasi, zakat, wakaf, lembaga nirlaba, pembiayaan pembangunan, dan bidang lintas sektoral seperti tata kelola, regulasi, dan teknologi syariah.
 
IBF Net menjelaskan bahwa Dewan ini akan memainkan peran penting dalam program dan kegiatan yang bertujuan untuk pembelajaran dan promosi, termasuk seminar, lokakarya, konferensi, publikasi, penghargaan, dan beasiswa dalam kemitraan dengan universitas dan perusahaan.
 

(MMI)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.