Ilustrasi Bahan Bakar Biodiesel B35 (Foto: Kementerian ESDM)

Pemerintah resmi menetapkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bercampur 35 persen biodiesel dari minyak sawit (CPO) atau B35 mulai 1 Februari 2023. Mandatori ini bergeser dari semula direncanakan mulai 1 Januari 2023.

Mandatori perubahan spesifikasi dari B30 menjadi B35 tersebut telah tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 207.K/EK.05/DJE/2022. Beleid ini diterbitkan 28 Desember 2022 lalu.

Ketetapan tersebut telah tercantum dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor : 10.E/EK.05/DJE/2022 yang juga ditetapkan pada 28 Desember 2022 lalu. Kedua aturan itu ditandatangani Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana. “Pencampuran BBN (bahan bakar nabati) jenis biodiesel dengan persentase sebesar 35 persen (B35) ke dalam BBM jenis minyak solar mulai berlaku pada tanggal 1 Februari 2023,”ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (6/01/2023)

Sebelum tanggal 1 Februari 2023, maka proporsi pencampuran BBN jenis biodiesel ke minyak solar masih sebesar 30 persen atau B30. Seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015, di mana mulai berlaku sejak 2020 lalu. Implementasi B35 diperlukan untuk meningkatkan penyediaan energi bersih secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, pemerintah meminta badan usaha BBN jenis Biodiesel dan badan usaha BBM untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, beredar informasi rencana penerapan B35 di 2023, sehingga Kementerian ESDM meningkatkan alokasi kebutuhan biodiesel sebesar 13,14 juta kiloliter atau naik dari tahun lalu yang sebanyak 11 juta kiloliter. Penyalurannya didukung 21 badan usaha BBN dengan kapasitas terpasar 16,6 juta kiloliter.

“Estimasi kebutuhan biodiesel untuk mendukung implementasi B35 sebesar 13,14 juta kiloliter atau meningkat sekitar 19 persen dibandingkan alokasi tahun 2022 sebesar 11 juta kiloliter,” ujar Kepala Agung menambahkan.

Menurut Agung, peningkatan pencampuran biodiesel menjadi B35 telah melalui serangkaian uji, baik yang dilakukan di laboratorium, maupun melalui pelaksanaan Uji Jalan B40. Kegiatan uji jalan ini telah berlangsung sejak Juli 2022 hingga akhir Desember 2022, yang mana secara umum memberikan gambaran performa yang baik. Selain itu, implementasi B35 juga sudah mempertimbangkan kesiapan badan usaha BBN dan badan usaha BBM, baik dari aspek kesiapan pasokan, distribusi, serta infrastruktur penunjang.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.