Foto : JTPE

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) optimistis mencapai target pertumbuhan pendapatan di 2022 sebesar 12% dan laba bersih 10%. Mulai kembalinya aktivitas masyarakat termasuk kegiatan berpergian setelah masa pandemi mendorong peningkatan permintaan.

“Kinerja kami sampai Kuartal III/2022 mengalami peningkatan yang signifikan sehingga kami yakin target yang sudah ditetapkan tahun ini akan dapat tercapai,” kata Direktur Utama JTPE Oei Allan Wibisono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/1/2023).

Hingga Kuartal III 2022, perseroan meraih penjualan sebesar Rp 769,93 miliar, meningkat 29% dari Rp 595,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih sebesar Rp 58,71 miliar, meningkat 69% dari Rp 34,66 miliar secara tahunan. Pertumbuhan kinerja tahun ini salah satunya didorong oleh peningkatan permintaan paspor.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi dalam paparan Refleksi Kinerja Kemenkumham, 15 Desember 2022 lalu, sepanjang tahun 2022 telah diterbitkan sebanyak 2,86 juta paspor. Ini meningkat drastis dari jumlah paspor yang diterbitkan pada 2021 yang hanya sebesar 1,01 juta paspor. Perseroan juga terus melakukan penetrasi pasar dengan mengintegrasikan produk yang telah ada dengan fitur-fitur digital terkini.

Integrasi tersebut untuk menciptakan produk dengan teknologi pengaman terkini dan dapat memenuhi tren kebutuhan pasar yang terus bertransformasi ke digital. Transformasi digital semakin membuka peluang perseroan untuk meningkatkan kinerja ke depannya. Digitalisasi perlahan mengubah cara belanja masyarakat untuk melakukan pembayaran ke non tunai. Sebagai salah satu perusahaan penyedia solusi pembayaran, JTPE terus menjaga ketersediaan produk dengan keamanan transaksi yang lebih tinggi.

Selain itu, perseroan menyediakan layanan sertifikat elektronik yang menyediakan solusi bagi pelanggan yang membutuhkan tanda tangan digital. Layanan ini akan menjaga dokumen dari risiko pemalsuan yang dapat terjadi.

“Perubahan gaya hidup masyarakat menjadi lebih praktis akan semakin meningkatkan peluang solusi digital dan dokumen keamanan ke depannya. Ini juga didukung masih banyaknya perusahaan yang masih belum mengelola dokumen-dokumen mereka dengan security sebagaimana seharusnya. Ini adalah peluang yang dapat terus kami kembangkan,” imbuh Oei.

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.