Internasional

Terungkap! Rahasia Kuliah di Oxford

Rahasia Kuliah di Oxford

TERBAIK.CO.ID – Times Higher Education menasbihkan Oxford menjadi universitas terbaik di dunia pada 2016. Bukan hal yang mustahil menjadi bagian dari University of Oxford. Mahasiswa Indonesia di Oxford yang mendapatkan predikat terbaik untuk jurusan Teknik Kimia Samuel Leonardo Putra mengatakan, ada sekitar 20 lebih mahasiswa Indonesia di Oxford. Untuk undergraduate (S1), sekitar 6-7 orang.

Untuk postgraduate (S2 dan S3), ada sekitar 20 orang dan mayoritas adalah awardee dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Jurusan nya beragam, namun didominasi oleh jurusan Life Sciences seperti Engineering, Fisika, Kimia, Biologi dan Computer Science.

’’Tidak ada mimpi yang mustahil. Jangan biarkan status sosial, ekonomi, ras dan agama kita membatasi sejauh apa kita boleh bermimpi. Siapapun kamu, dari keluarga manapun kamu berasal, asalkan diimbangi dengan ketekunan dan kerja keras, tidak ada yg mustahil untuk dicapai di dunia ini. Rajin-rajin lah mencari informasi, terutama mengenai kesempatan beasiswa,’’ ungkap lelaki kelahiran Jakarta, 23 November 1994 tersebut.

Samuel sendiri memilih Oxford karena terkenal memiliki atmosfir yg sangat mendukung untuk belajar. Selain itu, Oxford memiliki tradisi yang sangat kental seperti Formal Hall (dinner ala Harry Potter), atau College Tutoring (sesi semi-privat dengan dosen) yang sangat baik untuk mendukung studi mahasiswanya.

Untuk diterima pada program Integrated Masters seperti Samuel, dia dulu apply melalui UCAS (suatu agensi yang mengumpulkan aplikasi ke universitas di Inggris), layaknya apply ke universitas Inggris yang lain.

Dokumen yang diperlukan adalah kualifikasi internasional setara SMA (A levels, IB, SAT), surat rekomendasi dari guru atau dosen, essay atau personal statement yang menyatakan motivasi dan tujuan kita kuliah di Oxford atau Inggris, dan kualifikasi bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS.

Setelah lulus seleksi dokumen, ada tes tertulis yang dilaksanakan di salah satu kantor representatif di Jakarta. Jika lulus tes tertulis, maka tahap terakhir adalah skype interview dimana kita ditanya pertanyaan-pertanyaan soal yang berhubungan dengan jurusan yang kita pilih.

Sedangkan untuk program S3 seperti yang dijalani sekarang, diperlukan research proposal, kualifikasi bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) dan surat rekomendasi dari dosen. Setelah itu ada proses interview.

’’Ketika itu persiapan saya adalah menulis personal statement yang benar-benar menunjukan kelebihan dan motivasi kita. Selain itu, latihan soal-soal di internet untuk mengikuti tes terlulisnya, dan melatih kepercayaan diri untuk mengikuti proses interview,’’ paparnya.

Untuk sistem S1 di Oxford ditempuh selama 3 tahun; S2 selama 1 tahun dan S3 selama 3-4 tahun. Untuk sistem perkuliahannya sendiri, Samuel menerangkan pada S1 dan S2 terdiri atas tiga komponen utama yaitu kuliah umum atau lecture, tutorial dan lab session. Kuliah umum sama seperti kuliah pada umumnya, di mana dosen menerangkan materi didepan semua mahasiswa berjumlah 100-150 orang.

Di dalam tutorial, setiap mahasiswa berkesempatan untuk mengikuti sesi semi-private (1 dosen dengan 2-3 mahasiswa) untuk mahasiswa menanyakan apa saja yang mereka tidak mengerti dari materi lecture. Tutorial dilangsungkan 2 kali seminggu. Lab session sendiri biasanya seminggu sekali dimana kita melatih ketangkasan kita dalam melakukan eksperimen. (ina/tia)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top