Jakarta: PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) bekerja sama dengan PT Modular Inti Konstrindo (MIKO) sepakat mendukung penyelenggaraan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Komitmen ini bertujuan untuk mengakselerasi projek SJUT di sepanjang jalan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 
 
Jalan itu telah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) 110/2019, Pergub 69/2020, serta Keputusan Gubernur 645/2021 terkait penugasan penyelenggaraan  SJUT DKI Jakarta kepada PT Jakpro yang kemudian dilaksanakan melalui Anak Usaha PT JIP. Adapun total panjang ruas jalan penugasan SJUT kepada PT JIP yaitu sekira 115 kilometer di 32 ruas jalan yang terbagi menjadi 22 ruas jalan di Jakarta Selatan (Jaksel) dan 10 ruas jalan di Jakarta Timur (Jaktim).
 
Sementara itu, target pembangunan dan pengelolaan SJUT bersama MIKO meliputi sepanjang 48 Km yang terbagi menjadi 2 tahap. Yaitu tahap I untuk pembangunan 30 Km dan di tahun 2024 sepanjang 18 Km.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kerja sama dengan MIKO menjadi salah satu langkah strategis JIP untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembangunan maupun pengelolaan SJUT di kawasan Jakarta Selatan sepanjang kurang lebih 48 km, untuk menghadirkan solusi infrastruktur jaringan utilitas telekomunikasi yang sangat penting bagi transformasi digital di Jakarta,” ujar Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Araf Anbiya dalam keterangannya, Rabu, 25 Januari 2023.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT MIKO Harun Kussuwardhono mengungkapkan investasi, pembangunan, dan pengoperasian SJUT sepanjang 48 km bersama PT JIP adalah kerja sama strategis dalam rangka percepatan pembangunan SJUT DKI Jakarta.

Selanjutnya, Direktur Teknik dan Pengembangan PT JAKPRO, Adi Santosa menerangkan sampai hari ini telah terselenggara SJUT sepanjang 25 kilometer. Dengan menggunakan pendanaan mandiri di 10 ruas jalan dari 22 ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan.
 
“Melalui kerjasama  dengan Mitra investor PT MIKO, Jakpro menargetkan penyelesaian pembangunan SJUT di tahun 2023 serta dapat beroperasi dan dikomersialisasi penuh di kuartal pertama tahun  2024,” ungkap dia.
 
Kerja sama ini turut mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Bina Marga. Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho mengungkapkan dengan dilaksanakannya Mitra Kerja Sama Penyelenggaraan (SJUT) di Wilayah Provinsi DKI Jakarta diharapkan JIP dan mitra dapat menyelesaikan pembangunan SJUT dengan ruas jalan tersisa sesuai dengan keputusan Gubernur Nomor 645 Tahun 2021 secara maksimal di tahun 2023.
 
“Diharapkan agar dapat mengoptimalkan penyelenggaraan SJUT sehingga dapat mewujudkan penataan kota dan kota terbebas dari kabel udara, mewujudkan penataan ruang bawah tanah  dalam penataan penempatan Jaringan Utilitas di dalam SJUT,” ungkap dia.
 
Hal ini, kata dia, agar jaringan utilitas tidak menjadi pandangan dan isu negatif akibat adanya galian berulang untuk penempatan Jaringan Utilitas yang menyebabkan kerusakan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Selain itu, agar penyelenggaraan SJUT dapat menyesuaikan dinamika pembangunan dan kebutuhan fasilitas infrastruktur Jaringan Utilitas serta mempermudah pelaksanaan monitoring dan pemeliharaan  Jaringan Utilitas oleh pemilik Jaringan Utilitas.
 
Dengan sinergi antara JIP dan MIKO  diharapkan dapat  mengakselerasi upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta yang lebih rapi, bebas kabel udara menuju Jakarta smart city dan livable city. Program SJUT Pemprov DKI Jakarta merupakan sarana untuk penempatan jaringan utilitas terpadu terletak di bawah permukaan tanah, berperan untuk mewujudkan kerapihan kota yang bebas kabel udara dan kenyamanan masyarakan, khususnya pejalan kaki.
 

(LDS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.