Presiden Joko Widodo mengatakan ia mungkin merombak kabinetnya dalam beberapa hari mendatang. Beberapa sumber politik mengatakan kepada Reuters, perombakan besar kali ini kemungkinan besar terkait usahanya menyelesaikan program-programnya menjelang pemilu yang akan diadakan pada tahun 2024.

Spekulasi tentang perombakan telah berkembang sejak Nasdem, salah satu dari tujuh partai politik dalam koalisi yang berkuasa, mengumumkan akan mendukung mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam pemilihan presiden 2024 — seorang politisi yang dipandang sebagai saingan potensial bagi penerus Widodo.

Para anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) – partainya presiden — sejak itu menyerukan agar ia memecat para tokoh Nasdem di kabinetnya.

Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11). (Foto: Courtesy/Biro Setpres)

Ketika ditanya mengenai kemungkinan terjadinya perombakan, Jokowi mengukuhkan bahwa ia memang sedang merencanakan perombakan kabinet.

“Mungkin Jumat, Senin, Selasa, atau Rabu,” katanya kepada wartawan, saat berkunjung ke Provinsi Riau, Kamis (5/1) malam, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Tiga sumber dari koalisi presiden dan pemerintah mengatakan Jokowi telah mempertimbangkan perombakan kabinet besar-besaran sebelum masa jabatan terakhirnya berakhir pada 2024 untuk menyelesaikan program-program dan proyek-proyeknya yang tersisa.

Jokowi akan memecat menteri-menteri yang berkinerja buruk, kata sumber-sumber itu, yang menolak nama mereka diungkapkan mengingat kesensitifan isu tersebut.

Presiden Joko Widodo didampingi Menlu Retno Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani dalam KTT Luar Biasa G20 “Virtual”, Kamis 26/3 (foto: Setpres RI).

Mereka tidak menyebutkan menteri-menteri yang akan dipecat, tetapi mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir kemungkinan akan tetap berada di kabinet.

Kantor presiden tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Tiga politisi Nasdem saat ini duduk di kabinet Jokowi, mengepalai Kementerian Pertanian, Komunikasi, dan Lingkungan Hidup.

Politisi senior Nasdem, Saan Mustopa, mengatakan partainya memiliki hak untuk mendukung mantan Gubernur Jakarta Baswedan, sementara tetap menjadi anggota koalisi yang berkuasa.

“Selain itu, kami masih mendukung penuh pemerintahan Jokowi,” kata Mustopa kepada Reuters.

Perombakan terakhir kabinet Jokowi terjadi pada Juni 2022, ketika ia menunjuk menteri perdagangan baru untuk mengatasi krisis pasokan minyak goreng.

Presiden belum secara terbuka mengumumkan siapa yang akan dia dukung sebagai penggantinya. Survei oleh lembaga survei independen menunjukkan kandidat paling populer adalah gubernur Jawa Tengah dan anggota PDIP Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. [ab/uh]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.