Surabaya: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berjanji bakal membangunkan kembali warga yang rumahnya ludes akibat terbakar. Setidaknya ada 14 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran rumah di Jalan Kedondong Kidul II, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Sabtu, 5 November 2022.
 
“Total ada 10 rumah, nah yang dikoskan tadi, ada tujuh petak. Ternyata itu lahan tanah, kemudian dipetak-petak dengan kayu dan seng gitu,” kata Eri di pengungsian Balai RW 6 Kedondong Kidul, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari.
 
Eri bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meskipun demikian, ada dua warga yang mengalami luka bakar ketika membantu petugas memadamkan api, dan satu lagi mengalami luka bakar ringan pada bagian siku. Dua orang yang mengalami luka tersebut langsung dilakukan penanganan medis di lokasi kejadian. 
 

“Jadi ada 45 jiwa dari 14 KK, yang empat rumah itu milik warga pribadi, sisanya itu rumah yang dikoskan. Nah yang menempati bukan orang Surabaya, sehingga bangunannya tidak layak, ada yang terbuat dari seng, ada yang kayu,” katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikarenakan kondisi kos-kosan yang tidak layak huni tersebut, Eri meminta Camat Tegalsari memanggil pemiliknya, agar memperhatikan kelayakan rumah yang dijadikan tempat kos.
 
“Kosnya itu terbuat dari kayu, jadi kalau ada kebakaran ya langsung habis bangunannya. Nanti Pak Camat tolong koordinasi dengan Kabag Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, itu didata. Bagi yang kos, dibantu carikan tempat untuk bisa segera pindah di kos yang lebih layak dan pekerjaan,” ujarnya. 
 
Eri menyebut rumah pribadi milik warga juga akan dibantu perbaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Akan tetapi, saat ini ia masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari Kepolisian, untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.
 
Ke depannya, Eri menyatakan akan menegur dan tak segan memberikan sanksi kepada pemilik indekos jika ada unsur kelalaian dan tidak kelayakan.
 
“Nanti Pak Camat yang saya suruh panggil. Saya ingin panggil pemiliknya, karena ini (bangunan kos) nggak layak, ngawur ini,” tandasnya.

 

(WHS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.