Berita Nganjuk

SURYA.co.id | NGANJUK – Kejaksaan Negeri Nganjuk resmi mengoperasikan Balai Rehabilitasi Narkotika Nyawiji Adhyaksa.

Tempat Rehabilitasi Narkotika tersebut merupakan wujud kerja sama antara Kejari Nganjuk dengan Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk.

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth, menjelaskan peresmian Balai Rehabilitasi Narkotika tersebut merupakan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika.

Selain itu, juga dalam pelaksanaan kebijakan Jaksa Agung melalui Pedoman Kejaksaan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa.

“Adanya Perda dan Pedoman Kejaksaan itulah menjadi dasar kami membuk dan meresmikan Balai Rehabilitasi Narkotika bekerjasma dengan RSD Nganjuk,” kata Nophy Tennophero Suoth, Minggu (20/11/2022).

Dijelaskan Nophy Tennophero Suoth, untuk keperluan pelaksanaan rehabilitasi medis narkotika, RSD Nganjuk menyediakan tenaga medis dan fasilitas rawat inap sebanyak dua ruangan yang masing-masing berisi sebanyak dua tempat tidur.

Secara berkala Balai Rehabilitasi Narkotika tersebut akan dilakukan evaluasi sehingga apabila terjadi peningkatan kasus yang memerlukan rehabilitasi medis rawat inap maka dimungkinkan untuk dilakukan penambahan fasilitas.

Lebih lanjut dikatakan Nophy Tennophero Suoth, peresmian Balai Rehabilitasi Narkotika Nyawiji Adhyaksa Nganjuk tersebut juga menjadi momentum dalam Rangkaian peringatan hari Kesehatan Nasional Tahun 2022.

Untuk itu,  pihaknya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Daerah dan RSD Nganjuk yang telah memberikan dukungan dalam bentuk penyediaan tenaga dan fasilitas, sarana dan prasarana dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika serta berharap fasilitas tersebut dapat dioptimalkan sesuai fungsinya.

“Tentunya kami berharap, melalui Balai Rehabilitas Narkotika itu dapat memulihkan pengguna narkoba agar terbebas dari narkoba serta dapat kembali melaksanakan fungsi sosialnya di masyarakat,” ucap Nophy Tennophero Suoth.

Dan dalam pelaksanaan di Balai Rehabilitas Narkotika tersebut, ungkap Nophy Tennophero Suoth, harus tetap berorientasi pada prinsip pemulihan kembali bagi para penyalahguna, pecandu dan/atau korban penyalahgunaan narkotika agar dapat dibina dan tidak mengulangi perbuatannya.

“Ketika penyalahguna selesai proses rehabilitasi, mereka dapat diterima masyarakat sebagai agen perubahan anti narkotika, sehingga dapat mensosialisasikan kepada masyarakat bahaya narkotika dan bisa menekan tingkat penggunaan dan peredaran narkotika di Wilayah Kabupaten Nganjuk,” tandas Nophy Tennophero Suoth.

Kedepan, tambah Nophy Tennophero Suoth, Balai Rehabilitasi Narkotika Nyawiji Adhyaksa tersebut menjadi salah satu pilar bagi Jaksa pada Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam mengimplementasikan kewenangan Dominus Litis pada Perkara Narkotika dengan melaksanakan pedoman Jaksa Agung.

“Tentunya banyak harapan dari Balai Rehabilitas Narkotika dalam upaya menurunkan penyalahgunaan narkotika di Nganjuk,” ucap Nophy Tennophero Suoth.

Sementara Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, Pemkab Nganjuk mengapresiasi kerjasama pembentukan Balai Rehabilitasi Narkotika Nyawiji Adhyaksa tersebut.

Hal itu sebagai komitmen Pemerintah Daerah dalam menyediakan fasilitas rehabilitasi medis bagi korban penyalahguna narkoba.

“Kami berharap, dengan adanya Balai Rehabilitas Narkotika di Nganjuk tersebut akan dapat lebih intensif dalam penanganan terhadap penyalahgunaan Narkotika di Nganjuk,” tutur Marhaen Djumadi.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.