SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Para pensiunan pegawai RSUD dr Soegiri banyak yang kagum dengan kemajuan rumah sakit di mana mereka pernah mengabdi, hingga dipercaya menjadi rumah sakit pendidikan. Kebanggaan itu jelas tersirat saat mereka mengikuti acara reuni sesama para alumni (pensiunan) pegawai RSUD dr Soegiri, di Aula rumah sakit, Minggu (20/11/2022).

Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, Moh Chaidir Annas juga memaparkan perkembangan yang terjadi di RSUD Soegiri di depan para alumni.

Annas menjelaskan, visi misi rumah sakit telah disesuaikan sebagai rumah sakit pendidikan. Selain itu, RSUD Soegiri saat ini telah memiliki blok-blok layanan, seperti blok rawat jalan terpadu, blok pelayanan emergency. “Dan perkembangan yang membanggakan, telah memiliki kamar bedah sentral terbanyak di wilayah Lamongan, ” kata Annas.

Di dalamnya ada 6 kamar operasi, memiliki 40 mesin cuci darah, juga poli kecantikan. “Ini yang bisa kita persembahkan kepada masyarakat, meneruskan cita-cita dari para senior, ” ungkapnya.

Tidak cukup di situ, kata Annas, fasilitas dan sarana fisik juga terus ditingkatkan. Yang diharapkan bisa membawa RSUD dr Soegiri semakin baik.

RSUD dr Soegiri merupakan satu dari tiga rumah sakit daerah yang ada di Kabupaten Lamongan. Berawal dari rumah sakit darurat pada tahun1938 dengan nama RSD Wisma Yoewono, menjadi RSU (Rumah Sakit Umum) Lamongan pada 1942, hingga pada 20 Agustus 1986 kemudian resmi berubah menjadi RSUD dr Soegiri Lamongan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang hadir mengatakan, bahwa momen reuni merupakan kesempatan yang langka, karena rumah sakit dapat menghadirkan semua alumni pegawainya untuk sharing hingga berdiskusi terkait kemajuan rumah sakit.

“Kesempatan seperti ini sangat langka, bisa menghadirkan para alumnus untuk bisa bertemu, sharing, kangen-kangenan, bersinergi, dan berdiskusi tentang banyak hal untuk rumah sakit seperti ini,” ungkap Yuhronur.

Menurutnya, RSUD dr Soegiri dapat berkembang pesat seperti saat ini, tentu bukan sesuatu yang dapat diperoleh tiba-tiba. Melainkan ada proses di dalamnya, dimulai sejak zaman dulu dan terakumulasi, hingga menjadi seperti sekarang.

“Percayalah, pertemuan ini juga akan menciptakan sebuah energi besar untuk mendorong rumah sakit agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Terima kasih, tentu pertemuan ini akan menjadi sebuah energi besar, harus terus disupport,” katanya. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.