Merdeka.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan target produksi komoditas utama tahun 2023, salah satunya untuk padi ditargetkan 54,5 juta ton. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, di kantor DPR, Senin (16/1).

“Kementerian Pertanian menargetkan capaian produksi komoditas utama tahun 2023 padi sebesar 54,5 juta ton,” kata Mentan Syahrul.

Untuk produksi jagung ditargetkan 23,05 juta ton, kedelai 370 ribu ton, cabai 2,93 juta ton, bawang merah 1,71 juta ton, bawang putih 45,45 ribu ton, kopi 810 ribu ton, kakao 780 ribu ton, tebu 37,15 juta ton, kelapa 2,99 juta ton, daging sapi/kerbau 465,15 ribu ton, dan daging ayam 3,87 juta ton.

Adapun untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka pencapaian target komoditas Pertanian 2023, alokasi pagu anggaran Kementerian Pertanian tahun 2023 seusai Surat Menteri Keuangan ditetapkan sebesar Rp 15,32 triliun.

Kemudian berdasarkan surat Menteri keuangan nomor S-104-/MK.02/2022 tanggal 9 Desember 2022 hal automatic adjustment belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2023 ditetapkan alokasinya sebesar Rp 1,05 triliun.

“Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pertanian telah melakukan self blocking dengan anggaran yang ditetapkan dan telah disampaikan ke Kementerian Keuangan melalui surat Menteri Pertanian nomor: 313/RC.110/M/12/2022 tanggal 22 Desember 2022,” ujarnya.

Dalam paparannya, Mentan juga menyampaikan kegiatan utama peningkatan produksi dan produktivitas pertanian tahun 2023. Di antaranya:

Tanaman Pangan

– Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) padi
– Pengembangan Padi Biofortifikasi
– Pengembangan Kawasan Jagung
– Pengembangan Kedelai
– Pengembangan Integrated Farming

Hortikultura

– Pengembangan Kampung Hortikultura
– Pengembangan agroindustri hortikultura di Temanggung, Wonosobo, Garut, Gresik, dan Bantul
– Pengembangan produksi benih hortikultura
– Penumbuhan UMKM hortikultura
– Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

Perkebunan

– Korporasi Perkebunan rakyat rumah tangga
– Produksi benih 15 juta batang dan pengembangan kawasan kopi, kelapa, jambu mete, kakao dan pinang
– penguatan hilirisasi pinang ekspor
– Pengembangan sagu berbasis korporasi petani
– Percepatan swasembada gula konsumsi
– Pengembangan gula non tebu, stevia, aren, dan kelapa

Peternakan

– Pengembangan Desa korporasi sapi
– Pengembangan Korporasi Kambing dan domba
– Pengembangan sarang burung walet
– Pengembangan sapi potong berbasis padang penggembalaan (ranch) dan integrasi sapi-sawit
– Optimalisasi reproduksi dan penanganan PMK.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

[azz]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.