Gejala limbung pada mobil perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang fatal. 

Mobil limbung atau body roll dirasakan oleh pengemudi, terutama saat membelokkan kendaraan dalam kecepatan tinggi. Sebenarnya, kondisi ini cukup wajar mengingat ada gaya sentrifugal saat mobil belok dengan kecepatan tinggi. 

Tetapi, ada faktor-faktor lainnya dari segi komponen mobil ini yang menyebabkan mobil limbung. 

Faktor inilah yang perlu pemilik kendaraan tahu dan sebaiknya diperbaiki agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. 

Gejala limbung pada mobil 

Sayangnya, banyak sekali pengemudi yang belum menyadari kondisi mobil limbung sehingga mereka telat untuk mengantisipasinya. 

Berikut beberapa ciri atau gejala dari mobil limbung yang perlu kamu waspadai. 

  • Mobil bergoyang-goyang saat melaju di jalan yang tidak rata. 
  • Mobil bergoyang-goyang saat berbelok di jalanan rata, seperti saat berpindah jalur di jalan tol. 
  • Jika dilihat dengan cara membuntuti dari belakang, mobil akan tampak bergerak tidak wajar, atau berlebihan saat berbelok atau pindah jalur. 
  • Pengemudi atau penumpang merasa terlempar ke luar saat mobil melaju zig zag. Bedakan pada mobil yang normal, “lemparan” ini sangat kecil dan masih cukup nyaman bagi penumpang. 

Jika kamu mengalami kondisi di atas saat mengemudi kemungkinan besar itulah gejala limbung pada mobil. Yang pasti, mobil terasa lebih sulit untuk dikendarai ketimbang biasanya. 

Lalu, kenapa mobil terasa goyang saat jalan? Untuk memahaminya, simak penyebab mobil limbung berikut ini. 

Penyebab mobil limbung

Mobil limbung umumnya disebabkan karena kerusakan pada komponen kaki-kaki mobil yang sudah aus atau memang sudah harus diganti karena faktor usia.

Berikut beberapa penyebab mobil limbung yang perlu kamu ketahui. 

1. Shock absorber lemah

Penyebab limbung pada mobil yang pertama adalah shock absorber yang lemah sehingga gagal menjalankan tugasnya untuk meredam gerakan osilasi pada mobil. 

Gerakan osilasi merupakan gerakan yang berulang dari suatu benda, dimana setelah menempuh selang waktu tertentu benda tersebut akan kembali ke posisi kesetimbangannya. 

Pada mobil, shock absorber ini meredam gerakan osilasi saat kendaraan saat melintasi jalanan yang bergelombang, tidak rata atau pada saat belokan. 

Jika shock absorber lemah, maka kondisi osilasi menjadi tidak terkendali sehingga membuat mobil limbung. 

Ketahui juga ciri shock mobil mati agar bisa segera diatasi. 

2. Karet bushing suspensi longgar dan aus 

Penyebab body roll lainnya yakni karet bushing suspensi yang sudah mulai longgar dan aus. Biasanya, ini terjadi karena pemakaian yang sudah terlalu lama dan harus segera diganti. 

Terdapat beberapa karet bushing yang perlu kamu ketahui yakni karet bushing lower arm, upper arm, dan stabilizer bar serta yang lainnya.

Jika karet tersebut sudah aus, maka bisa menyebabkan pergeseran dan perubahan sudut yang kurang bagus. Gerakan mobil menjadi sulit diatur dan mobil pun limbung. 

Cek gejala bushing arm mobil rusak di artikel yang ada di Lifepal. 

3. Ball joint longgar dan aus 

Penyebab body roll lainnya yang cukup sering terjadi adalah karena ball joint yang sudah longgar dan aus. 

Saat ball joint sudah mulai aus dan longgar, maka akan terjadi perubahan pada sudut-sudut kemudi suspensi mobil. 

Biasanya, akan semakin terasa kalau ball joint mobil ini sudah aus saat pengemudi membelokkan mobilnya di tikungan. Selain itu, muncul suara seperti besi yang sedang dipukul-pukul. 

4. Per mobil mengalami deformasi

Per mobil yang mengalami deformasi atau perubahan bentuk juga dapat menjadi penyebab limbung pada mobil. 

Deformasi pada per mobil membuat sudut-sudut kemudi berubah, menyebabkan kamu sulit mengendalikan mobil, terutama pada saat di tikungan. 

Jika sudah ada gejala limbung pada mobil, segera lakukan pemeriksaan pada komponen-komponen di atas untuk memastikan penyebabnya. 

5. Kurangnya tekanan angin pada ban mobil 

Gejala limbung pada mobil juga bisa disebabkan karena permasalahan yang cukup sepele, misalnya kurangnya tekanan angin pada ban mobil.

Kurangnya angin pada ban mobil membuat cengkraman ban pada tanah menjadi berkurang. Kamu dapat lebih merasakan saat ban mobil kurang angin pada saat berada jalanan yang rusak atau berkelok. 

Meskipun bukan merupakan faktor yang berdampak serius, kurangnya angin pada ban mobil ini jangan sampai dibiarkan terlalu lama, ya. 

Ciri kaki-kaki mobil rusak atau bermasalah 

Gejala mobil limbung hanyalah salah satu dari beberapa ciri adanya masalah pada kaki-kaki mobil yang jika dibiarkan saja bisa berbahaya. 

Sebab, kaki-kaki mobil merupakan komponen yang sangat vital dan berhubungan erat dengan faktor keselamatan pengemudi dan penumpang. 

1. Setir mobil terasa bergetar 

Ciri-ciri yang mudah dikenali bila ada permasalahan pada kaki-kaki mobil adalah setir mobil yang bergetar. Untuk mengetahuinya, coba jalankan mobil kamu pada jalan yang lurus dan rata, akan terasa jika setir mobil bergetar. 

Bila sudah ada gejala setir mobil bergetar, sebaiknya bawa mobil kamu ke bengkel mobil terdekat untuk menghindari kerusakan yang fatal pada bagian kaki-kaki. 

2. Ban depan tidak lurus 

Cara yang kedua untuk melihat apakah ada masalah pada kaki-kaki mobil bisa dilihat dari ban depan yang tidak lurus. Coba lihat mobil kamu dari depan saat dalam keadaan diam. 

Bila kaki-kaki mobil bermasalah, akan terlihat salah satu ban mobil tersebut miring sebelah atau miring kedua-keduanya. 

Jika sudah ada tanda seperti ini, kemungkinan memang ada masalah pada kaki-kaki mobil. Yang mungkin terasa dari masalah ini adalah gejala limbung pada mobil sehingga tidak nyaman digunakan. 

3. Bunyi di bagian roda 

Ciri lainnya yang juga mudah dikenali dari masalah pada kaki-kaki mobil ini adalah bunyi pada bagian roda. Bunyinya seperti bunyi tek-tek atau kletek-kletek yang cukup mengganggu. 

Kalau sudah ada bunyi-bunyian aneh seperti ini, pasti ada yang salah dari kaki-kaki mobil kamu dan sebaiknya segera dilakukan pengecekan. 

Bunyi pada kaki-kaki mobil ini sebenarnya menandakan ada komponen kaki-kaki mobil yang sudah sebaiknya diganti karena rusak atau faktor usia. 

4. Rem tidak enak digunakan 

Saat melakukan pengereman, setir mobil kadang lari ke kiri atau ke kanan sehingga membuat pengemudi kesulitan. Tentunya, kondisi ini membuat tidak nyaman dan malah berbahaya bagi penumpang. 

Rem yang tidak enak digunakan ini bisa menjadi salah satu pertanda masalah pada kaki-kaki mobil. 

Sebaiknya, segera bawa mobil kamu ke bengkel dan jangan berkompromi dengan masalah ini karena akibatnya bisa sangat fatal. 

5. Mobil sulit dikendalikan 

Terakhir, jika mobil kamu menjadi lebih sulit untuk dikendalikan, itu bisa jadi ada masalah pada kaki-kaki mobil. Kondisi ini berlaku baik bagi pada saat mobil dalam kecepatan rendah maupun tinggi. 

Tips dari Lifepal! Saat mengalami gejala limbung pada mobil, sebaiknya kurangi kecepatan berkendara kamu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Dengan mengurangi kecepatan, setidaknya kamu sudah berusaha untuk menjaga mobil tetap stabil dan menghindari kemungkinan terburuk. 

Segera bawa mobil kamu ke bengkel kaki-kaki mobil terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Usahakan juga untuk rutin melakukan spooring and balancing agar kaki-kaki mobil kamu bekerja secara optimal. 

Penting punya asuransi mobil

Mengingat biaya perawatan dan perbaikan mobil tidaklah murah, tentunya kamu membutuhkan produk proteksi yang bisa mengcover biaya tersebut, contohnya asuransi mobil.

Ada banyak manfaat asuransi mobil yang bisa kamu rasakan, yakni memberikan jaminan ganti rugi jika mobil kamu baret, terperosok, rusak karena huru-hara, hingga mobil hilang karena dicuri.

Bayangkan jika kamu tidak memiliki asuransi mobil, maka tabungan dan aset kamu bisa habis untuk membayar biaya perbaikan mobil. 

Cek asuransi mobil yang cocok dengan kuis asuransi mobil terbaik berikut ini.

Pertanyaan seputar gejala mobil limbung 

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.