4 menit

Bercita-cita punya rumah sebelum usia 30 tahun, perjalanan Yussiwi Purwitasari dan suami dalam mewujudkan rumah impiannya tidaklah mudah.

Sejak menikah, pasangan muda itu harus rela menabung dan tinggal bersama di rumah orang tua sebelum akhirnya memiliki rumah sendiri.

Sebagian penghasilan yang didapatkan setiap bulannya disisihkan demi membangun rumah keluarga di usia muda.

Perempuan yang akrab disapa Siwi itu merupakan salah satu dari sekian banyak milenial yang membuktikan bahwa memiliki rumah sebelum usia 30 tahun bukanlah impian semata.

Bagi Siwi dan suami, memiliki rumah sebelum usia 30 tahun merupakan cita-cita mereka sejak dulu.

Alasannya, agar mereka lebih leluasa serta memulai persiapan sebelum anak-anak masuk usia sekolah.

Kelak, dia mengaku bahwa kebutuhan keluarga akan semakin bertambah dan harga material juga bakal makin melambung

“Cita-cita kami yang penting punya rumah sendiri before 30, no matter what, tidak masalah ukurannya. Tidak masalah seperti apa,” ujar Siwi.

Dengan tekad dan keinginan yang kuat, pada akhirnya mereka bisa membangun rumah dengan desain dan konsep yang diinginkan.

Berikut kisah Siwi dan suami yang berhasil punya rumah sebelum usia 30 tahun.

Kisah Siwi dan Suami Punya Rumah Sebelum Usia 30 Tahun

Bagi Siwi, arti rumah adalah wadah yang dihuni bersama keluarga dengan penuh kebahagian dan keberkahan.

Maka dari itu, awalnya dia tak mempermasalahkan bentuk rumah yang akan ditempati bersama keluarganya kelak.

“Karena rumah kami sebelumnya cukup sederhana, tapi alhamdulillah kami tetap enjoy dan bahagia,” ujar Siwi pada 99.co Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, perempuan kelahiran Maret 1994 tersebut bertekad untuk membangun rumah dari hasil pemikiran dan keringat sendiri.

Dari situ, dia dan suami yang bekerja sebagai software engineer sedikit demi sedikit menyisihkan penghasilannya untuk membangun rumah.

Mereka juga menyadari bahwa membangun rumah dari nol membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, persiapan anggaran dalam membangun rumah harus dipikirkan masak-masak.

Apalagi, mereka tidak memanfaatkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) seperti orang pada umumnya.

“Kami tidak cash, tidak juga KPR. Kami nabung dulu sampai sekitar 70 persen (dana untuk tanah dan bangunan), sisanya sekitar 30 persen cicilan di bank,” ujarnya.

Ketika uang ditabungan dirasa cukup, pada 2020 lalu, Siwi dan suami memutuskan untuk mencari tanah demi mewujudkan rumah impiannya.

Ketika itu, usia Siwi masih berusia 26 tahun, sedangkan sang suami 25 tahun.

Dalam perjalanannya, Siwi juga tengah hamil 6 bulan anak kedua.

Demi Membangun Rumah, Berkeliling Kota Mencari Tanah

punya rumah sebelum usia 30 tahun

Dua tahun lalu, Siwi masih ingat ketika dia berkeliling Kota Klaten, Jawa Tengah, untuk mencari tanah.

Dia dan suami mencari sebuah lokasi yang cocok untuk dijadikan hunian bersama keluarga.

Siwi beralasan, dia tidak memilih rumah cluster supaya bisa membangun rumah sesuai dengan konsep yang mereka inginkan.

“Berawal dari pencarian setelah keliling-keliling kota dari ujung, tengah, dan pinggiran kota, akhirnya kami menemukan lokasi yang klik,” tuturnya.

Menurut Siwi, tanah tersebut dijual kavlingan dan bisa dipesan sesuai ukuran lahan yang dibutuhkan dengan menyesuaikan anggaran yang ada.

Meskipun bukan cluster, dia jatuh cinta pada pandangan pertama di lokasi tanah yang nantinya hendak dibangun rumah.

Selain lokasinya yang ideal, akses jalan juga cukup lebar dan letaknya berada di samping perumahan yang tergolong mewah.

Tak cuma itu, di lokasi tanah ini juga belum terlalu padat permukiman penduduk serta aksesnya tidak langsung ke jalan raya mengingat bisa membahayakan anak-anaknya kelak.

“Pada Oktober 2020, alhamdulillah deal dengan luasan 80 meter persegi. Kami rasa cukup, di sinilah home diary kami akan dimulai,” kata Siwi.

Menabung Lagi, Rumah Mulai Dibangun

punya rumah sebelum usia 30 tahun

Usai membeli tanah, perjuangan mereka punya rumah sebelum usia 30 tahun kembali berlanjut.

Siwi ingat betul bahwa dia dan suami harus menabung lagi agar bisa membangun rumah impiannya.

Selang dua tahun kemudian, ketika tabungan sudah mulai terkumpul, rumah impiannya mulai dibangun.

“Kami beli tanah (tahun) 2020. Saat itu, usia saya 26 tahun, (sedangkan) suami 25 tahun. Alhamdulillah, sambil nabung bisa mulai bangun tahun 2022, saat usia kami 27 tahun dan 28 tahun,” katanya.

Menurut Siwi, proses perencanaan desain, rencana anggaran biaya (RAB), hingga pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor.

Hal ini menurutnya untuk memaksimalkan bujet dan meminimalkan risiko drama-drama yang tidak diharapkan.

“Meskipun, katanya akan lebih hemat kalau beli material sendiri. Tapi, untuk keadaan kami rasa tidak memungkinkan untuk beli material sendiri. Suami kerja dan ada 2 anak, bayi dan balita,” katanya.

Siwi juga mengaku bahwa awalnya, mereka tidak memiliki ekspektasi apa pun selain rumah tersebut dapat segera rampung.

“Apalagi rumah aesthetic. Dengan dana yang ada, yang kami pikirkan adalah yang penting jadi dulu. Itulah kenapa kami termasuk jarang ke toko bangunan karena merasa gak bawa uang, uangnya untuk bayar kontraktor. Intinya takut uangnya kurang,” kata dia.

Setelah pembangunan dimulai pada Januari 2022, akhir Februari 2022 proses pembangunan sudah memasuki tahap pengecoran lantai 2.

Siwi tak menyangka bahwa proses pembangunan rumah ini tergolong cepat.

Pada pertengahan Agustus 2022, pembangunan rumah ini sudah masuk dalam tahap finishing. Hasil pembangunan pun sudah terlihat.

Siwi mengatakan bahwa rumah yang dibangunnya terdiri dari garasi, teras, ruang keluarga, dapur, backyard, gudang, 1 powder room, 2 kamar mandi, 2 kamar tidur, dan mezanin.

Meskipun telah rampung, Siwi mengaku bahwa proses pembangunan ini terdapat sedikit kendala.

“Kendala yang utama tentunya budget dan keinginan-keinginan yang seringkali berseberangan. Selain itu, miskomunikasi minor antara saya sendiri dengan suami dan kontraktor,” ujar dia.

Diberi Nama Rumah Ken Kai

Usai rampung, Siwi dan suami memiliki harapan besar pada rumah tersebut.

Harapan terbesar Siwi terhadap rumah ini adalah membuat nyaman penghuninya dan membawa keberkahan.

“Istilah di Islam, insyaAllah menjadi rumah baiti jannati,” katanya.

Rumah dua lantai ini mengusung konsep rumah tumbuh dan diberi nama rumah Ken Kai.

Menurut Siwi, nama rumah Ken Kai diambil dari nama depan dua anak laki-lakinya.

Meskipun sudah dihuni, sebagian rumah ini masih terlihat kosong karena beberapa ruangan belum diisi perabotan.

Kendati demikian, Siwi berusaha mengisi perlengkapan rumah sedikit demi sedikit dengan kembali menabung agar memenuhi ekspektasinya.

“Saat bangun rumah mengatur ekspektasi, ya, jangan terlalu banyak melihat rumah orang lain yang pastinya banyak yang lebih bagus,” katanya.

“Kebetulan, saat itu saya juga belum kepikiran punya Instagram home decor. Jadi, ya, malah ada baiknya juga. Mengisi rumah sedikit-sedikit mulai dari yang paling prioritas, misalnya, kamar tidur dan dapur. Kuncinya tidak buru-buru,” lanjutnya.

Dengan segala upaya, impian Siwi dan suami punya rumah sebelum usia 30 tahun pun terwujud.

Rencana ke depan, Siwi berharap bisa mengisi interior rumah Ken Kai dan melengkapi finishing agar lebih sempurna.

Kini, Siwi aktif memberikan inspirasi kepada 72 ribu pengikut rumah Ken Kai melalui Instagram @rumah_ken_kai.

***

Itulah kisah inspiratif punya rumah sebelum usia 30 tahun dari Yussiwi Purwitasari.

Semoga menginspirasi bagi kamu yang berencana membangun rumah, ya.

Simak cerita menarik dari keluarga lainnya hanya di Berita.99.co.

Jangan lupa, ikuti Google News Berita 99.co Indonesia di agar tak ketinggalan artikel terbaru.

Kalau sedang mencari hunian, dapatkan rekomendasi terbaik di www.99.co/id dan Rumah123.com.

Kini, mencari hunian jadi lebih mudah karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Tentang Rumah Ken Kai 

  • Lokasi rumah: Klaten
  • Luas tanah dan bangunan: 80/120 meter persegi
  • Fasilitas: Garasi, teras, mezzanine, living room, dapur, gudang, laundry room, 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 powder room
  • Tahun selesai: 2022
  • Biaya: < Rp1 miliar
  • Arsitek: @ruang_bangun
  • Instagram: @rumah_ken_kai

**Sumber gambar: Dokumentasi @rumah_ken_kai/Yussiwi Purwitasari 


Artikel ini bersumber dari berita.99.co.