Presiden Joko Widodo menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi APEC tahun ini pada 18-19 November 2022 di Bangkok. Foto: Ekon.go.id

GenPI.co – Melanjutkan agenda kunjungan kerja di Thailand, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi APEC tahun ini pada 18-19 November 2022 di Bangkok, setelah sebelumnya mengikuti Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, dan KTT G20 di Bali.

Perekonomian global saat ini masih dibayangi oleh peningkatan risiko resesi di tahun depan seiring dengan penajaman konflik geopolitik, kenaikan inflasi global, serta krisis energi dan pangan yang masih berlangsung.

Lembaga-lembaga dunia termasuk IMF telah menurunkan perkiraan pertumbuhan, pada tahun 2023 ekonomi global diproyeksi akan mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 2,7 persen atau turun 0,2 persen dari proyeksi sebelumnya.

BACA JUGA:  Menko Airlangga: KTT Apec 2022 Adopsi Penuh Bali G20 Leaders Declaration

Isu tersebut menjadi latar belakang dalam berbagai pertemuan pemimpin dunia, termasuk dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Bangkok.

BACA JUGA:  Menko Airlangga: Indonesia Memegang Posisi Sangat Strategis

AELM hari pertama dibuka dengan Retreat Session I pada Jumat (18/11), yang mengangkat topik “Balanced, Inclusive, and Sustainable Growth”. Pertemuan tersebut turut membahas Bangkok Goals for the Bio-Circular-Green (BCG) Economy sebagai upaya untuk mencapai APEC Putrajaya Vision 2040 serta transisi menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayut Chan-o-cha tersebut, Presiden Joko Widodo menyoroti tantangan perekonomian ke depan yang dihadapkan pada krisis pangan, energi, dan lingkungan hingga ancaman resesi yang semakin besar.

BACA JUGA:  Teriakan Airlangga Presiden Nyaring di Rakornas Golkar

Presiden Joko Widodo mengajak para pemimpin ekonomi APEC untuk tetap optimis, dengan mengembalikan rasa saling percaya di kawasan, mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan yang inklusif di APEC, serta mendorong kerja sama konkret di kawasan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.