SURYA.CO.ID, NGANJUK – Lima pejabat pimpinan tinggi pratama Pemkab Nganjuk hasil open bidding atau lelang terbuka, akhirnya resmi dilantik, Jumat (6/1/2023). Pelantikan itu bisa dilakukan setelah hasil seleksi yang prosesnya digelar pada 2022 lalu, telah disetujui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, kelima nama pejabat pimpinan tinggi pratama hasil open bidding yang dilantik yakni Hendriyanto sebagai Kepala Dinas Kesehatan; Sri Handariningsih sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata.

Kemudian Purwo Bujono sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Eko Sutrisno sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik; dan Asti Widyartini sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

“Kelima pejabat tersebut menjadi yang terbaik dalam proses seleksi berbagai bidang sehingga layak menduduki jabatan tersebut,” kata Marhaen usai pelantikan di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Nganjuk, Jumat (6/1/2023).

Dijelaskan Marhaen, dalam open bidding lima jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut tidak ada perintah posisi penempatan. Artinya, posisi tersebut sesuai dengan keinginan masing-masing peserta open bidding.

Hal itu menyebabkan ada posisi jabatan yang banyak diminati oleh peserta open bidding, dan juga ada posisi jabatan yang peminatnya sedikit bahkan kosong. “Seperti posisi Kepala Disporabudpar yang banyak peminat sehingga persaingan cukup ketat di situ. Dan itu wajar kalau posisi yang bagus banyak diminati dalam open bidding,” ucap Marhaen.

Karena itu, ungkap Marhaen, dalam tahapan seleksi cukup dinamis. Ada yang mendapat nilai bagus, tetapi banyak yang mendapat nilai kurang bagus karena mungkin kurang persiapan dan modal nekat.

Bagi yang mendapat nilai bagus di atas passing grade, tentunya bisa mengikuti tahapan seleksi berikutnya sampai selesai. Dan bagi yang nilai di bawah passing grade, harus digugurkan.

“Itulah profesionalisme yang harus dijunjung tinggi dalam oppen bidding jabatan di Pemkab Nganjuk. Yang nilai jelek ya gagal, dan yang nilai bagus ya lolos seleksi,” ucap Marhaen.

Untuk itu, menurut Marhaen, peserta oppen bidding setelah terpilih sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama harus memiliki tanggung jawab penuh dalam menjalankan tugas yang dibebankan. Di mana dalam menjalankan tugas tersebut pejabat harus mengedepankan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dalam menyelesaikan tugas.

“Dan kami minta pejabat yang telah dilantik tidak perlu banyak beradaptasi, tetapi langsung saja bekerja. Adaptasi bisa dilakukan sambil jalan di luar jam kerja. Karena kami ingin segera ada hasil nyata dari kinerja yang baik dari para pejabat di Pemkab Nganjuk,” tutur Marhaen. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.