SURYA.co.id | SURABAYA – Tiga Minggu lagi Liga Persebaya 2023 bergulir. Manajemen Persebaya Amatir sebagai operator Liga Persebaya semakin mematangkan persiapan.

Pemain dari 20 klub internal Persebaya mulai mendaftarkan diri.

Hal itu disampaikan oleh salah satu pengurus Persebaya Amatir, Agus Sanjaya.

Agus menyebut, sampai saat ini ada beberapa tim yang telah mendaftarkan pemainnya. Dimana setiap tim atau klub akan diisi oleh 40 pemain.

“Sudah ada beberapa klub yang mendaftarkan pemainnya. Kami saat ini tengah fokus pada pendaftaran pemain. Deadline-nya ini akan kami tunggu sampai pekan ke-10 saat berjalannya kompetisi Liga Persebaya 2023,” ujar Agus kepada SURYA, Selasa (24/1).

Meski masih ada yang belum mendaftarkan pemainnya, ia mengaku memaklumi kesulitan yang tengah dihadapi oleh klub dalam menentukan pemain terbaiknya.

“Menentukan 40 pemain terbaik itu tidak mudah bagi klub, mereka tentu perlu selektif. Karena apabila sudah didaftarkan ke kami maka tidak bisa diganti,” tegasnya.

Sementara untuk menjaga sportivitas pemain selama berjalannya kompetisi nantinya, pihak manajemen mengeluarkan aturan baru berupa pemberian sanksi bagi penerima kartu dan ketidakhadiran pemain saat pertandingan.

“Untuk kartu kuning sanksinya didenda Rp 50 ribu. Sedangkan untuk kartu merah denda Rp 100 ribu. Semoga dengan penerapan denda ini, pemain tidak sampai bermain kasar serta dapat menghindari perkelahian antar pemain,” harapnya.

“Aturan baru inilah yang akan kami kordinasikan dengan Agus Margono yang bertanggung jawab di bidang pertandingan pada Jumat besok. Kami akan minta jadwal pertandingan sekaligus regulasinya,” imbuhnya.

Selain itu, permasalahan ketidakhadiran beberapa pemain saat pertandingan pada Liga Persebaya tahun lalu, juga akan mulai diantisipasi oleh Manajemen Persebaya Amatir dengan regulasi baru yakni sanksi.

Maklum, sebagian besar para pemain masih berstatus sebagai siswa yang mana biasanya tidak mendapatkan izin dari sekolah apabila meninggalkan jam pelajaran untuk mengikuti pertandingan sepakbola.

“Karena dari pengalaman sebelumnya, ada tim yang pemainnya tidak mendapat izin dari sekolah sehingga sisa 8-9 pemain di timnya. Sehingga langsung Walkover atau W.O,” terangnya.

“Ini yang coba kami antisipasi supaya pemain memiliki tanggung jawab karena apabila tidak bisa membela timnya untuk bertanding maka akan kami beri sanksi,” tutupnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.