Program dokumenter berita ABC bertajuk ‘Fox and the Big Lie’ menunjukkan bagaimana Rupert Murdoch mengizinkan Fox News jadi propaganda Donald Trump untuk menggoyahkan demokrasi Amerika. Tayangannya kini bisa disaksikan publik di kanal YouTube.

Sarah Ferguson tampil: “Kita lihat pada 6 Januari bagaimana isu ‘pilpres yang dicurangi’, kebohongan yang diumbar Presiden Donald Trump memprovokasi kerusuhan. Fox News tidak mengerahkan massa, tetapi generator kemarahan terburuk itu pasti memicu amuk massa.

“Trump tidak sendirian dalam menyerang kebenaran, tetapi dia tidak akan pernah bisa menyebarkan ‘kebohongan besar’ begitu luas tanpa ruang gema yang paling andal: Fox News yang dimiliki dan dikelola oleh Rupert Murdoch.

“Malam ini di Four Corners, bagaimana jaringan berita kabel nomor satu Amerika menjadi mesin propaganda bagi Donald Trump dan membantu menggoyahkan demokrasi,” kata Sarah membuka lead-nya lewat kalimat penuh ‘api’.

Menit 4:56, Sarah muncul di layar. Lead-nya cukup tiga paragraf saja.

Ia membuka acara setelah cuplikan gambar menyorot massa di Capitol. Para perusuh mengumandangkan yel-yel, “Stop curang! Hentikan kecurangan!”

Pada 6 Januari 2021, menyusul kekalahan petahana Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2020, massa pendukungnya menyerang Gedung Capitol di Washington, D.C. Capitol, gedung parlemen, atau Senayan-nya Amerika.

Serangan ke Capitol seperti tiruan dari serbuan ke Senayan, 23 tahun yang lalu. Tapi bedanya di Amerika mereka menggoyahkan demokrasi, sementara di Indonesia dulu demi menegakkan Reformasi.

Liputan investigatif ABC terhadap pemberitaan Fox News bergulir menjadi “bola panas” di benua Kanguru. ACMA, regulator media Australia, memvonis ABC bersalah melanggar Kode Praktik.

Diketahui, Rupert Murdoch mogul media yang punya imperium FOX, memiliki kewarganegara ganda AS-Australia. ABC merupakan TV nasional milik pemerintah Australia.

Ketua ACMA, Nerida O’Loughlin, mengatakan ABC memiliki kewajiban untuk menyajikan fakta secara akurat dan sesuai konteks. “Dengan menghilangkan informasi penting, ABC tidak memberikan kesempatan kepada pemirsanya untuk mengambil keputusan sendiri tentang Fox News,” kata O’Loughlin mengutip The Guardian.

Pada Agustus tahun lalu, jurnalis Sarah Ferguson telah berbicara dengan mantan orang dalam Fox News yang mengklaim saluran sayap kanan itu menjadi kanal propaganda mantan presiden Trump di bawah pengawasan Rupert Murdoch sendiri.(theguardian)


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.